KABAR PASAR 16 MARET: Jokowi: Bankir Harus Agresif, Kinerja Pemungutan Pajak Jadi Kunci

Berita mengenai tekad kalangan perbankan untuk memacupertumbuhan kredit tahun ini serta perbaikan kinerja pemungutan pajak menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Jumat (16/3/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 Maret 2018 08:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai tekad kalangan perbankan untuk memacupertumbuhan kredit tahun ini serta perbaikan kinerja pemungutan pajak menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Jumat (16/3/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Jokowi: Bankir Harus Agresif. Kalangan perbankan bertekad memacu pertumbuhan kredit pada tahun ini, seiring dengan permintaan Presiden Joko Widodo agar para bankir lebih agresif dalam menyalurkan pembiayaan. (Bisnis Indonesia)

Kinerja Pemungutan Pajak Jadi Kunci. Perbaikan kinerja pemungutan pajak dianggap sebagai salah satu strategi untuk menjaga kredibilitas anggaran. Apalagi saat ini, peran pajak (plus PPh migas) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 cukup besar dengan persentase 75% dari total pendapatan negara senilai Rp1.894,7 triliun. (Bisnis Indonesia)

Pertumbuhan Linier dengan Kebutuhan. Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2018 tercatat tumbuh 10,3% menjadi US$357,5 miliar. Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Tutuk S.H. Cahyono mengungkapkan pertumbuhan tersebut terdiri dari utang sektor pemerintah dan bank sentral sebesar US$183,4 miliar dan utang swasta sebesar US$174,2 miliar. (Bisnis Indonesia)

Waspadai Defisit Neraca Dagang RI. Alarm kinerja perdagangan internasional Indonesia berbunyi. Tiga bulan berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. Defisit perdagangan luar negeri dikhawatirkan akan semakin membebani nilai tukar rupiah. (Kontan)

Kelas Menengah Baru Harapan Pajak. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak berharap pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang besar bisa mendorong realisasi penerimaan pajak tahun ini. Dengan kelas menengah yang semakin besar, diharapkan target penerimaan perpajakan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 1.618,1 triliun, naik 20,4% dibandingkan realisasi 2017, akan tercapai. (Kontan)

Pelemahan Rupiah Bisa Dongkrak Nilai Utang. Bank Indonesia (BI) mencatat total utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2018 mencapai sebesar US$ 357,5 miliar. Jumlah itu naik 10,3% dibanding periode sama 2017 yang sebesar US$ 324,25 miliar. Sedangkan dibandingkan Desember 2017, jumlah ULN Indonesia pada Januari 2018 naik 1,31%. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top