KPR UUS BTN Diperkirakan Tumbuh Dua Digit

Segmen bisnis syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) untuk pembiayaan pemilikan rumah mengalami pertumbuhan sebesar 35,76% pada 2017.
Nirmala Aninda | 16 Maret 2018 01:19 WIB
Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Budi Satria menyampaikan sambutan pada acara Developer Gathering di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Segmen bisnis syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) untuk pembiayaan pemilikan rumah mengalami pertumbuhan sebesar 35,76% pada 2017.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pembiayaan pemilikan rumah Unit Usaha Syariah (UUS) BTN alami pertumbuhan.

Direktur BTN Budi Satria mengatakan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) UUS BTN tahun ini diperkirakan tumbuh dua digit.

"Penyaluran KPR UUS BTN pada  2018 diproyeksikan tumbuh 20,36% dibandingkan dengan  2017," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (15/3/2018).

Sebagai upaya untuk mengejar target tersebut, UUS BTN akan mengoptimalkan pembiayaan melalui program KPR Bundling Isi Rumah dan KPR Bundling Multijasa Umroh.

Selain itu, Budi menuturkan UUS BTN akan meningkatkan pembiayaan KPR melalui sisi supply dan demand perumahan yakni dengan menggalakkan kerja sama dengan developer perumahan untuk meningkatkan supply perumahan.

"Kami juga bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah (PNS, BUMN, BUMD) dan instansi swasta untuk meningkatkan demand," katanya.

Selain itu UUS BTN juga akan lebih aktif dalam melakukan pendekatan marketing kepada calon konsumer melalui acara pameran seperti BTN Induk seperti Indonesia Property Expo yang merupakan event rutin tahunan Bank BTN, REI Expo dan APERSI Expo, serta berbagai event perbankan syariah lainnya.

UUS BTN menerapkan margin sebesar 5% fix selama jangka waktu pembiayaan sampai dengan 20 tahun untuk program KPR subsidi.

Sedangkan untuk KPR non subsidi, UUS BTN memiliki program Margin KPR promo sebesar 8% fix 3 tahun dan 9% fix 5 tahun dengan skema angsuran berjenjang.

Tag : btn
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top