PENYALURAN KREDIT: Ini Reaksi Perbankan Terhadap Permintaan Jokowi

Permintaan Presiden Joko Widodo agar perbankan lebih agresif dalam memacu penyaluran kredit mendapat respons beragam dari kalangan perbankan.
Ropesta Sitorus | 16 Maret 2018 04:32 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan para pimpinan bank umum di Indonesia seusai menyampaikan paparan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan Presiden Joko Widodo agar perbankan lebih agresif dalam memacu penyaluran kredit mendapat respons beragam dari kalangan perbankan.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Suprajarto mengungkapkan perseroan siap tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar 11,4%.

BACA JUGA

“Selama ini teman-teman di BRI sudah keluar dari zona nyaman sesuai harapan Presiden, hal ini sudah dibuktikan dengan pencapaian kredit yang doble digit di atas rata-rata industri dengan NPL yang tetap terjaga baik,” katanya kepada Bisnis, Kamis (15/3/2018).

Dia mengaku perseroan telah memiliki pipeline dan roadmap detail yang terkait dengan pencapaian target ekspansi kredit sampai dengan akhir tahun sesuai potensi masing-masing wilayah kerja.

“Setiap bulan terus kami monitor perkembangan pertumbuhannya, tentunya dengan tetap selektif, prudent serta konservatif tapi tetap dengan target yang challenging,” ujar Suprajarto.

BACA JUGA

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk. Parwati Surjaudaja menyatakan hal senada. Menurutnya, selama ini perseroan telah cukup agresif dalam menyalurkan kredit yang terbukti dari realisasi pertumbuhan tahun lalu.

“Selama 2017 kredit kami sudah tumbuh 14%, cukup tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri 8%. Jadi rasanya kami sudah cukup agresif dan ambil risiko,” paparnya.

Tag : kredit
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top