Garap 37 Proyek Prioritas, Total Kebutuhan Dana US$164,2 Miliar

Pemerintah terus menarik para investor untuk berinvestasi di dalam 37 proyek prioritas dengan nilai invetasi US$181,6 miliar.
M. Nurhadi Pratomo | 17 Maret 2018 15:14 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso berbicara di acara 'The Indonesia Infrastructure Investment Forum 2018' di London, Jumat (16/3). - Istimewai

Bisnis.com, JAKARTA -  Pemerintah terus menarik para investor untuk berinvestasi pada  37 proyek prioritas dengan total nilai nilai total kebutuhan pendanaan mencapai US$164,2 miliar.

Dalam paparannya di acara 'The Indonesia Infrastructure Investment Forum 2018' di London, Jumat (16/3/2018) waktu setempat, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan bahwa saat ini terdapat 37 proyek prioritas yang tengah digarap oleh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 13 merupakan proyek prioritas baru, sedangkan sisanya merupakan pekerjaan yang telah berjalan.

Wimboh mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk menggenjot infrastruktur. Hal tersebut dapat terlihat dari realisasi pengeluaran untuk pembangunan sektor infrastruktur yang terus meningkat dari US$12,44 miliar pada 2014 menjadi US$28,66 pada 2017.

Tahun ini, sambungnya, alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur mencapai US$29,98 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan alokasi subsidi energi senilai US$6,90 miliar.

Dia menjelaskan bahwa skema pendanaan 37 proyek prioritas yang dicanangkan sejak 2017 hingga 2025 membutuhkan total nilai investasi US$181,6 miliar. Dari situ, US$17,5 miliar akan dipenuhi oleh anggaran pemerintah pusat maupun daerah.

“Total selisih pembiayaan untuk 37 proyek prioritas tersebut yakni US$164,2 miliar atau 90% dari total kebutuhan proyek,” tulisanya dalam paparan yang dikutip Bisnis, Sabtu (17/3/2018).

Wimboh  menambahkan bahwa OJK bersama dengan pemerintah serta Bank Indonesia berkomitmen besar untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan menyediakan beragam instrumen keuangan untuk pembiayaan infrastruktur seperti sekuritisasi aset atau future income, green bonds, perpetual bonds, dan obligasi daerah.

Tag : investasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top