Jurus Australia & Asean Kerek Ekonomi Lewat Infrastruktur

Australia dan 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (Asean) mengerek pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama infrastruktur.
Deliana Pradhita Sari | 18 Maret 2018 22:20 WIB
PM Australia Malcolm Turnbull (tengah) bersama para pemimpin negara-negara Asean termasuk Presiden RI Joko Widodo (kedua kiri) berfoto bersama pada penutupan Asean-Australia Special Summit 2018. - Reuters/David Gray

Bisnis.com, JAKARTA – Australia dan 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (Asean) mengerek pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama infrastruktur.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu poin penting yang dijadikan perhatian dalam Asean-Australia Special Summit 2018.

Perhelatan yang dihelar 3 hari berturut-turut ini menghasilkan Deklarasi Sydney yang ditandatangani oleh PM Australia Malcolm Turnbull dan sembilan petinggi negara asean, minus Rodrigo Duterte (Filipina) yang absen.

Sektor ekonomi masuk dalam daftar Deklarasi Sydney yang memuat 16 kesepakatan MoU antara Australia dan Asean. Dua kesepakatan di antaranya yakni di bidang infrastruktur yang bertajuk Asean Linkage to The Global Infrastructure Hub dan The Asean-Australia Infrastructure Cooperation.

Cuaca bersuhu 22 hingga 36 derajat di Sydney rupanya tidak membuat para petinggi Asean dan Australia loyo.

Para pemimpin negara ini merumuskan pilar kerja sama untuk mencapai kemakmuran, keamanan, dan stabilitas ekonomi di kawasan Asean-Australia.

PM Australia Malcolm Turnbull mengatakan sektor infrastruktur merupakan bidikan pebisnis Australia untuk berinvestasi di Asean.

Australia berkomitmen terus berinvestasi di bidang infrastruktur yang masih memiliki peluang besar. Pasalnya, negara-negara di Asean memerlukan Aus$4,2 triliun untuk pembangunan infrastruktur dalam 2 dekade ke depan. Pembangunan dimaksud yakni dari jembatan, jalan layang, pelabuhan, hingga rel kereta.

"Australia siap turut membangun kota masa depan Asean," katanya saat menjadi pembicara di Asean Australia Special Summit 2018 di Sydney, Sabtu (17/3/2018).

Kerja sama infrastruktur ini merupakan program pendanaan Australia dengan Bank Dunia di bawah Master Plan Asean Connectivity 2025.

Selain itu, Australia menginisiasi Asean-Australian Smart Cities. Negeri Kanguru bakal menyuntikkan dana Aus$30 juta sebagai investasi awal eksekusi kota pintar.

Dengan begitu, kedua wilayah Asean dan Australia dapat menciptakan kota layak tinggal. Perencanaan ini dimatangkan dengan bantuan arsitek Singapura.

Turnbull memandang Asean merupakan titik sentral Asia untuk masa depan. Ketua Partai Liberal Australia ini menilai ekonomi Asean terus tumbuh dalam 40 tahun terakhir. Dia tidak melihat adanya tanda-tanda pelemahan.

International Monetary Fund (IMF) menyebutkan pertumbuhan ekonomi enam negara Asean akan lebih tinggi ketimbang China.

Selain itu, jumlah kelas menengah kawasan Asean akan tumbuh empat kali lipat menjadi 160 juta pada 2030.

"Banyak kesempatan untuk perusahaan-perusahaan Australia manaruh investasi dan melakukan ekspor ke negara-negara Asean. Begitu pula sebaliknya. Mari bersama menangkap peluang," ujar Turnbull.

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Julie Bishop menuturkan penguatan ekonomi di bidang infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif.

"Kerja sama infrastruktur Asean dan Australia akan mengembangkan model pembangunan berkualitas tinggi. Tujuannya untuk memikat investasi swasta dan publik," tambahnya saat menjadi pembicara di CEO Forum.

Presiden Indonesia Joko Widodo bakal menyambut niat baik Australia untuk berinvestasi melalui sektor infrastruktur.

"Saya menanti untuk menyambutmu [Australia] datang ke Asean, dan Indonesia," ungkap Presiden Indonesia ketujuh dalam kesempatan yang sama.

Jokowi meminta Australia mengalirkan dananya ke Asean. Hal ini dianggap sebagai invetasi besar di Asia Tenggara. Seperti dilihat, banyak bandara di Asean yang diperbaiki, pelabuhan dipercantik, rel kerta api dibangun dan kereta cepat sedang diselesaikan.

"Kami, Asean, masih memerlukan banyak pembangunan infrasruktur. Lagi, ini kesempatan bagi pebisnis Australia,” tutur Jokowi.

PM Singapura Lee Hsien Loong menuturkan hasil kesepakatan dalam Asean Australia Special Summit harus meningkatkan kesejahteraan antarbangsa. Dia menyambut baik kerja sama di bidang infrastruktur Kota Pintar di mana Singapura turut ambil peran.

Dia tidak mempermasalahkan dana sebesar Aus$30 juta yang digelontorkan Australia untuk mendanai proyek kota pintar.

"Bukan masalah besar kecilnya dana, melainkan bagaimana membangun kota layak huni di kawasan Asean," tuturnya dalan penutupan Asean Australia Special Summit 2016 pada Minggu (18/3/2018).

Tag : asean, australia
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top