Pemerintah Minta Perbankan Gunakan Ekses Likuiditasnya

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah akan melakukan pertemuan secara berkala dengan pihak perbankan untuk menyosialisasikan sektor-sektor produktif yang bisa mendapatkan penyaluran kredit.
M. Richard | 18 Maret 2018 16:24 WIB
Kredit Usaha Rakyat - Istimewa

 

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah akan melakukan pertemuan secara berkala dengan pihak perbankan untuk menyosialisasikan sektor-sektor produktif yang bisa mendapatkan penyaluran kredit.

"Kita akan ketemu lagi dengan pihak perbankan, misalnya ini [ada beberapa industri] lho menurut kita pantas dibiayai dan dipercepat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (18/3/2018).

Namun, dia menyadari, keputusan untuk menyalurkan kredit ada pada pihak perbankan, dan pemerintah hanya berada pada posisi untuk menyarankan.

Adapun, salah satu sektor yang dimaksud Darmin adalah tekstil. Dia mengatakan, tekstil dan garmen sudah dikategorikan sebagai sunset industry (industri yang sudah habis kejayaannya).

"Gimana sih kok bisa dibilang gitu padahal semua orang itu memakai baju, tidak di Indonesia saja, tetapi juga di seluruh dunia," imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Darmin, dalam hal ini pemerintah memiliki tugas untuk mengedukasi dan mempromosikan kembali industri tekstil, dan industri lainnya.

Dengan demikian, lanjutnya, perbankan mau menyalurkan kreditnya dan target pertumbuhan ekonomi bisa lebih mudah untuk diwujudkan.

Lebih lanjut, Darmin berharap, pertumbuhan kredit yang baru mencapai 8,2% dapat lebih ditingkatkan lagi oleh pihak perbankan. Pasalnya, dana pihak ketiga perbankan tumbuh lebih masif dibandingkan dengan kreditnya, yakni 9,5%.

"Itu makanya Presiden Joko Widodo bilang jangan telalu wait and see dong, pakai lah itu ekses likuiditas dan kelebihan DPK itu, dan itu permintaan yang sangat wajar supaya perbankan memberikan kredit lebih gencar," imbuhnya.

Tag : kredit
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top