KABAR PASAR 20 MARET: Bisnis Semen Kian Berat, Bunga Acuan Masih Akseptabel di 4,25%

Berita seputar prospek kinerja emiten semen serta suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Selasa (20/3/2018).
Renat Sofie Andriani | 20 Maret 2018 08:00 WIB
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/11). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar prospek kinerja emiten semen serta suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Selasa (20/3/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Bisnis Semen Kian Berat. Emiten semen diperkirakan masih kesulitan meningkatkan profitabilitas pada tahun ini karena dibayangi problem kelebihan produksi dan kenaikan
harga energi batu bara yang mengerek biaya produksi. (Bisnis Indonesia)

India Makin Agresif Benamkan Dana. India makin agresif menanamkan investasinya di Indonesia, di mana total dana yang dibenamkan pada 2017 mencapai US$285,37 juta, naik 418% dibandingkan dengan tahun sebelumnya US$55,04 juta. (Bisnis Indonesia)

Ekonomi Berpotensi Tumbuh Melambat. Pemerintah memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2018 tumbuh lambat seiring dengan pergeseran masa panen dan realisasi penyaluran kredit yang belum masif. (Bisnis Indonesia)

Menimbang Beban Utang BUMN Karya. Proyek infrastruktur yang begitu masif turut mempengaruhi likuiditas emiten konstruksi BUMN. Pelan tapi pasti, rasio utang empat emiten BUMN karya naik. (Kontan)

Bunga Acuan Masih Akseptabel di 4,25%. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) masih akseptabel di level 4,25%. Kenaikan BI 7-day reverse repo rate (RRR) harus menjadi langkah terakhir karena rezim suku bunga rendah diperlukan untuk mendorong sektor riil dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Suku Bunga, Emiten Semen

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top