Proyek Infrastruktur Dikhawatirkan Tak Berdampak Signifikan Terhadap Ekonomi

Pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintah dikawatirkan tidak akan berdampak banyak terhadap pertumbuhan ekonomi karena manfaatnya baru dirasakan sebagian sektor tertentu, terutama sektor properti.
M. Richard | 21 Maret 2018 14:44 WIB
Foto aerial proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Koridor Velodrome-Kelapa Gading di Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (16/1). Pembangunan infrastruktur LRT di kawasan itu terus dikebut dan diharapkan bisa beroperasi pada Agustus 2018 untuk menunjang perhelatan Asian Games 2018. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintah dikawatirkan tidak akan berdampak banyak terhadap pertumbuhan ekonomi karena manfaatnya baru dirasakan sebagian sektor tertentu, terutama sektor properti.

Sementara sektor dominan seperti industri pengolahan yang menyerap banyak tenaga kerja masih dirasakan kurang mendapatkan dampak positif dari gencarnya pembangunan tersebut.

Peneliti Indef, M Rizal Taufikurrahman mengatakan pembangunan infrastruktur tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan, karena yang menikmatinya baru sebatas sektor tertentu, khususnya properti.

"Dampak kebijakan infrastruktur atau proyek konstruksi terhadap jumlah output sektor yang langsung diberikan investasi (utang negara), ternyata hanya beberapa sektor yang berdampak positif," katanya dalam acara diskusi Indef di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Berdasarkan temuan dari data yang dikumpulkannya, Rizal mengungkapkan pembangunan infrastruktur paling besar memberikan dampak terhadap sektor properti, sedangkan sektor dominan seperti industri pengolahan dan pertanian diperkirakan tidak akan mendapatkan dampak yang signifikan dari pembangunan yang masif tersebut.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga cenderung lebih didominasi sektor properti dan industri semen saja. Sedangkan, penyerapan tenaga kerja pada sektor industri pengolahan tidak akan signifikan. Padahal, sektor pengolahan memberikan kontribusi lebih dari 20% terhadap perekonomian.

Adapun, menurut Rizal, hasil tersebut dipengaruhi banyak proyek infrastruktur yang hanya memperhatikan aspek pemerataan dan belum memperhatikan secara aspek efesiensi ekonomi. "Pemerataan, aspek efesiensi dan dampak terhadap ekonomi juga harus diperhatikan," imbuhnya.

Rizal mengakui pihaknya belum secara mendalam melakukan kajian efektivitas dari setiap proyek infrastruktur. Namun, hasil penelitian sudah dapat menunjukkan bahwa ada yang salah dalam pembangunan infrastruktur pemerintah.

"Ditambah, infrastruktur digenjot dari utang dan jika infrastruktur tidak dapat menstimulasi sektor dominan, pemerintah akan sulit untuk membayarkan utangnya kembali," tegas Rizal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top