MENKO PEREKONOMIAN DARMIN NASUTION: Indonesia Tak Perlu Risaukan Kebijakan The Fed

Bisnis.com, JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia saat ini tidak perlu terlalu mengkawatirkan hasil keputusan pertemuan kebijakan The Federal Reserve yang berakhir hari ini waktu setempat.
Ipak Ayu H Nurcaya | 21 Maret 2018 16:32 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan paparan dalam acara Digital Economic Briefing, di Jakarta, Kamis (16/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia saat ini tidak perlu terlalu mengkawatirkan hasil keputusan pertemuan kebijakan The Federal Reserve yang berakhir hari ini waktu setempat.

Sebab, pelemahan rupiah yang terjadi sudah merupakan bagian dari persiapan diri menghadapi suatu perubahan tersebut.

"Saya terminologikan yang terjadi belakangan ini adalah pasar sedang mempersiapkan perubahan yang akan datang. Jadi tidak perlu terlalu bereaksi seperti wah, mereka naekkan lagi!" ujarnya di Hotel Borobudur, Rabu (21/3/2018).

Darmin memastikan meski nantinya tetap saja ada perubahan dari kebijakan yang diterbitkan, tetapi saat ini pasar sudah terlebih dulu mempersiapkan bahkan sejak 2 atau 3 bulan lalu.

Adapun, mengenai kebijakan BI, Darmin enggan dimintai pandangannya. "Kalau itu saya tidak mau komentari nanti dikira intervensi."

Sementara itu, pergerakan indeks dolar AS terpantau berbalik memerah pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/3/2018). Hal ini dinilai akibat investor mengantisipasi kenaikan suku bunga.

Investor juga menanti-nantikan petunjuk dari bank sentral AS tersebut mengenai laju kenaikan suku bunga tahun ini. Pada saat yang sama, kekhawatiran akan perang dagang tetap membuat pelaku pasar keuangan berhati-hati.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau turun 0,13% atau 0,115 poin ke level 90,26 pada pukul 10.39 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,03% atau 0,028 poin pada level 90,40, setelah pada perdagangan Selasa (20/3) berakhir menguat 0,68% atau 0,606 poin pada posisi 90,37.

Tag : Kebijakan The Fed
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top