Tugu Pratama Percantik Diri Jelang IPO

Bisnis.com JAKARTA -- PT Tugu Pratama Indonesia tengah bersiap melakukan rebranding seiring dengan rencana IPO yang sudah lama beredar.
Nindya Aldila | 22 Maret 2018 20:19 WIB
Kantor Asuransi Tugu Pratama Indonesia - tugu.com


Bisnis.com JAKARTA -- PT Tugu Pratama Indonesia tengah bersiap melakukan rebranding seiring dengan rencana IPO yang sudah lama beredar.

Departement Head Corporate Communication PT Tugu Pratama Indonesia Sarah mengatakan saat ini, pihaknya masih menunggu perizinan tahap I dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nantinya, bakal ada perubahan nama perusahaan menjadi PT Asuransi Tugu Pratama Tbk.

"Kami belum bisa menginformasikan secara detail karena yang berhak menjawab adalah regulator baik OJK maupun Kementerian BUMN," ujarnya, Kamis (22/3/2018).

Tugu Pratama Indonesia mencatat komposisi saham terbesar masih dipegang oleh Pertamina sebesar 65%, PT Laksana Prima 17,6%, dan sisanya dimiliki oleh personal.

Sebelumnya, Kementerian BUMN telah menyatakan bahwa akan ada lima anak usaha BUMN yang tengah bersiap melantai di bursa. Kelimanya adalah PT Bank BRI Syariah, PT Wijaya Karya Realty, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal, dan PT Phapros Tbk.

Dia mengatakan rencana initial public offering (IPO) tersebut harus diimbangi dengan berbagai strategi kegiatan bisnis yang lebih matang.

"Saat ini menjadi momen yang tepat untuk mengencarkan ke diversifikasi produk. Jadi nanti kami akan lebih banyak merambah ke segmen ritel," katanya.

Berkaitan dengan rencana tersebut, produk yang masih menjadi andalan perusahaan saat ini utamanya berasal dari asuransi energi. Adapun yang lainnya berasal dari segmen aviasi dan pertambangan.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, perusahaan bakal banyak bersinergi dengan kegiatan usaha yang dilakukan oleh induk perusahaannya, PT Pertamina (Persero).

Kendati demikian, dia menjelaskan pasar yang sudah tergarap hingga saat ini tidak hanya berasal dari Pertamina.

"Captive market kami tidak lebih besar. Kalaupun captive, kami tetap sesuai SOP. Ibaratnya setengah-setengah antara captive dan non captive, tetapi porsinya yang memang sangat kecil sekali adalah ritel, maka kami optimistis sekali untuk melakukan diversifikasi produk," tuturnya.

Strategi tersebut sebenarnya telah dimulai lewat perjanjian kerja sama dengan penyedia layanan transportasi online, Go-jek pada Januari 2018.

Dalam kerangka kerja sama tersebut, perusahaan menyediakan perlindungan kecelakaan bagi mitra pengemudi Go-jek berupa asuransi kendaraan bermotor roda empat dan asuransi kecelakaan diri melalui platform Pasarpolis.com.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan pada 2016, Tugu Pratama Indonesia mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 6,5% atau senilai Rp3,23 triliun. Adapun laba juga tercatat naik 17,47%, yakni Rp166,25 miliar.

 

Tag : ipo
Editor : Abraham Runga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top