Sarana Multigriya Tinjau Lagi Batas Harga Rumah

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) tengah meninjau kembali batasan harga rumah yang dapat dibiayai melalui fasilitas pinjaman pembiayaan kepada multifinance.
Azizah Nur Alfi | 22 Maret 2018 20:04 WIB
Perumahan sederhana di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. - Antara/Raisan Al/Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) tengah meninjau kembali batasan harga rumah yang dapat dibiayai melalui fasilitas pinjaman pembiayaan kepada multifinance.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Heliantopo mengakui, pihaknya kini sedang mengkaji kembali batasan harga rumah yang dapat dibiayai melalui fasilitasi pinjaman pembiayaan kepada multifinance. Hal ini dilakukan agar pembiayaan KPR menjangkau lebih banyak nasabah.

"Iya, tetapi tetap menyasar masyarakat menengah ke bawah," katanya, Kamis (22/3/2018).

Dia tidak menampik tinjauan kembali batasan harga rumah ini menyusul pembiayaan perumahan oleh multifinance yang tidak optimal.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia menilai alternatif pembiayaan bagi multifinance untuk menyalurkan KPR dapat diperoleh dari SMF. Namun, adanya ketentuan oleh SMF terkait batasan harga rumah yang dapat dibiayai sebesar Rp300 juta menyebabkan pendanaan dari lembaga pembiayaan sekunder perumahan itu tidak optimal.

Chief Executive Officer PT Indomobil Finance Indonesia Gunawan Effendi mengatakan, permintaan pasar terhadap pembiayaan KPR oleh multifinance terhitung tinggi. Namun demikian, ini terkendala harga properti yang bervariasi dan batasan harga rumah yang telah ditentukan oleh SMF.

"Sebenarnya baik [permintaan pasar], cuma memang yang ditawarkan harganya bervariasi. [Harga] ada yang masuk, ada yang tidak masuk. Jika masuk, kami akan kerjasama dengan SMF," katanya, Selasa (22/3/2018).

Dia berharap agar SMF dapat meningkatkan batas harga rumah yang dapat dibiayai per nasabahnya. Sejalan dengan itu, perseroan mengoptimalkan cabang di daerah guna penyaluran KPR.

"Kami tidak fokus hanya di Jabodetabek. Sebab, di luar Jabodetabek harganya masih terjangkau," imbuhnya.

Perseroan menargetkan pembiayaan perumaan dapat mencapai Rp100 miliar atau tumbuh 15% pada 2018

Tag : kpr
Editor : Abraham Runga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top