BTN Minta Rasio Dividen Sama Seperti 2017, Ini Alasannya

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan usulan rasio dividen pada tahun ini akan sama seperti tahun lalu dengan alasan pertimbangan rencana ekspansi perseroan.
Ropesta Sitorus | 22 Maret 2018 13:52 WIB
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan usulan rasio dividen pada tahun ini akan sama seperti tahun lalu dengan alasan pertimbangan rencana ekspansi perseroan.

Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Iman Nugroho Soeko menyatakan manajemen akan mengusulkan agar dividend payout ratio pada 2018 sebesar 20% dari total laba tahun buku 2017.

 “Usulan dari management, rasionya sama seperti tahun lalu yaitu 20%. Tetapi keputusan akan diambil pemegang saham dalam RUPS hari Jumat nanti,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/3/2018).

Sebagai gambaran, tahun 2017 lalu BTN mampu membukukan laba Rp3,02 triliun, naik 15,71% secara year on year. Dengan perkiraaan tersebut, kisaran dividen yang akan diberikan BTN sebesar Rp604 miliar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rasio dividen bank spesialis kredit perumahan tersebut memang yang paling rendah dibandingkan dengan tiga bank pelat merah lainnya.

Iman beralasan, tiba bank lain masih memiliki capital adequacy ratio (CAR) yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan target pertumbuhan kredit.

Kendati begitu, dia tetap yakin, para pemegang saham tidak akan keberatan karena tingkat profitabilitas yang diberikan BTN masih cukup tinggi.

“Sedangkan BTN dengan CAR 18,8% tahun ini memproyeksikan kredit tumbuh 22% -24% sehingga memerlukan modal yang lebih terjaga. Kami juga memperkirakan sebagian besar pemegang saham lebih menyukai jika dananya tetap ada di BTN yang seperti tahun lalu memberikan return on asset [ROE] sekitar 18,1%,” paparnya.

 

Tag : btn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top