KABAR PASAR 23 MARET: Ekualitas Obligasi Korporasi, RI Tuntut Keadilan

Berita seputar perlakuan sama antara obligasi korporasi dan surat utang negara di dalam negeri serta tuntutan atas hak Indonesia sebagai negara berkembang memperoleh pajak yang adil dari perusahaan digital global menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Jumat (23/3/2018).
Renat Sofie Andriani | 23 Maret 2018 08:36 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar perlakuan sama antara obligasi korporasi dan surat utang negara di dalam negeri serta tuntutan atas hak Indonesia sebagai negara berkembang memperoleh pajak yang adil dari perusahaan digital global menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Jumat (23/3/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Ekualitas Obligasi Korporasi. Pemerintah didesak memberikan perlakuan sama atau ekualitas antara obligasi korporasi dan surat utang negara di dalam negeri, menyusul tuntutan pemangkasan pajak bagi penerbitan surat utang di luar negeri. (Bisnis Indonesia)

RI Tuntut Keadilan. Dalam pertemuan negara-negara G20 di Argentina, pemerintah Indonesia memperjuangkan hak sebagai negara berkembang supaya bisa memperoleh pajak yang adil dari perusahaan digital global seperti Facebook, Google, Twitter, Amazon, Lazada, Uber, dan Grab. (Bisnis Indonesia)

BI Perlu Waspadai Risiko ke Depan. Kenaikan Fed Funds Rate yang semakin tajam hingga 2020 dapat menjadi risiko yang patut diwaspadai bagi bank sentral dalam negeri. Pasalnya, lonjakan Fed Funds Rate dapat meningkatkan ekspektasi inflasi di dalam negeri hingga memicu pengetatan suku bunga kebijakan Bank Indonesia ke depannya. (Bisnis Indonesia)

Ketidakpastian Baru Membayangi Pasar. Sesuai prediksi, The Federal Reserve akhirnya menaikkan suku bunga 0,25% menjadi 1,5%-1,75%. Bank Indonesia kemudian memutuskan tak mengubah suku bunga acuan 7 Day Repo Rate di level 4,25%. Meski satu urusan memudar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum lepas dari sentimen negatif. (Kontan)

Tahan Bunga Acuan 4,25%, Keputusan BI Sudah Tepat. Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (RRR) tetap sebesar 4,25% dinilai sudah tepat. BI menilai kebijakan tersebut konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta turut mendukung pemulihan ekonomi domestik. (Investor Daily)

 

Tag : digital, Obligasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top