Invest Asean 2018 : Pertumbuhan China dan Teknologi Pengaruhi Ekonomi Asean

Pertumbuhan ekonomi China dan perkembangan teknologi menjadi faktor penentu melesatnya ekonomi Asean.
Dewi Andriani | 27 Maret 2018 13:18 WIB
Para pekerja menggunakan ponsel mereka di Lapangan Tiananmen sebelum sidang pleno ketiga Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina (CPPCC) di Beijing, China 10 Maret 2018. - Reuters

Bisnis.com, SINGAPURA - Pertumbuhan ekonomi China dan perkembangan teknologi menjadi faktor penentu melesatnya ekonomi Asean. 

Hal ini mengemuka dalam acara Invest Asean 2018 yang digelar di Singapura, 27-28 Maret. 

CEO Maybank Kim Eng Group, Dato' John Chong menuturkan bagi Maybank Kim Eng, pertumbuhan ekonomi China dan teknologi saat ini membuka peluang bagi Asean.

"Sebagai contoh, kami sedang mencari bagaimana dapat menyediakan akses bagi klien kami untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ini, termasuk menangkap peluang [investasi] di sektor keuangan dan proyek-proyek infrastruktur ," ujar Dato' John Cong dalamkonferensi pers di Ritz Carlton, Singapura, Selasa (27/3/2018). 

Dalam hal ini, Dato' John menjelaskan pesatnya ekonomi China bisa dilihat dari investasi China ke Asean yang meningkatkan laju pertumbuhan majemuk tahunan atau CAGR sebesar 45%, dari US$1,8 miliar menjadi US$71,6 miliar, sejak 2006 sampai 2016. 

Besaran angka itu lantas membuat China menjadi investor asing terbesar ketiga di Asean.  Tak hanya itu, dari 2016 ke 2017 sektor perdagangan, antara Asean dan China, juga turut meningkat sebesar 16%. 

Sementara itu, terkait perkembangan teknologi, Dato' John Chong menuturkan adanya teknologi juga mendorong perubahan pasar Asean, termasuk berdampak pada industri dan pertumbuhan startup.

Menurutnya, kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun yang lalu dimana perkembangan teknologi di Asean masih ada di tahap awal.

"Sebagian besar teknologi di Asean saat itu masih ada di fase awal, sementara e-commerce tumbuh pesat di Asean. Tingkat penetrasi masih cukup rendah antara 2 sampai 5% dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Korea 20%, China 19%, dan Amerika Serikat 10%." 

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asean, china

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top