Survei Visa: Konsumen Indonesia Siap Tinggalkan Penggunaan Password

Survei Visa terhadap konsumen Indonesia mengungkap bahwa konsumen Indonesia siap meninggalkan pemakaian password, dan menyambut baik teknologi biometrik sebagai alternatif yang lebih cepat, mudah, dan aman dibandingkan dengan password konvensional.
Mia Chitra Dinisari | 28 Maret 2018 14:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Survei Visa terhadap konsumen Indonesia mengungkap bahwa konsumen Indonesia siap meninggalkan pemakaian password, dan menyambut baik teknologi biometrik sebagai alternatif yang lebih cepat, mudah, dan aman dibandingkan dengan password konvensional.

Sembilan dari sepuluh responden akan beralih dari jaringan bank atau kartu yang tidak memiliki sistem autentikasi biometrik di masa mendatang.

Berdasarkan survey Visa yang dilakukan oleh AYTM Market Research, hampir semua dari 500 responden Indonesia tertarik menggunakan teknologi biometrik untuk melakukan verifikasi identitas atau melakukan transaksi (99%), dan sudah familiar dengan teknologi biometrik (77%).

Lebih lanjut, 81% konsumen meyakini bahwa teknologi biometrik lebih cepat dan mudah, sementara 53% konsumen merasa teknologi biometrik lebih aman daripada menggunakan password dan nomor PIN. Hasil temuan survey menunjukan harapan konsumen terhadap implementasi sistem biometrik dalam proses autentikasi pembayaran.

Survey terbaru Visa tersebut melibatkan 10.500 responden di seluruh dunia seputar pengetahuan dan persepsi terhadap sistem autentikasi biometrik menunjukkan bahwa konsumen di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, semakin tertarik dengan teknologi biometrik yang dapat memudahkan hidup mereka.

Sejumlah sistem autentikasi terbaru, seperti teknologi pemindai sidik jari, pengenal wajah, dan pengenal suara dapat membuka akses ke rekening dan pembayaran secara lebih mudah dan nyaman dibandingkan dengan pasword atau nomor PIN biasa – yang sulit diketik menggunakan keyboard kecil, sulit diingat, dan bahkan dapat dicuri.

"Sudah saatnya lembaga keuangan mengintegrasikan teknologi biometrik dalam aplikasi perbankan dan pembayaran bagi para nasabah,” ujar Mark Nelsen selaku Senior Vice President of Risk and Authentication Products Visa dalam siaran persnya.

“Visa berinvestasi cara yang terbaik menambahkan teknologi baru ini ke dalam portofolio produk dan layanan kami. Perkembangan fitur perangkat mobile semakin meningkatkan akurasi dan kecepatan teknologi biometrik sehingga dapat digunakan untuk melakukan transaksi finansial. Konsumen juga sudah semakin akrab dan nyaman dengan teknologi biometrik lebih dari sekedar menggunakan untuk membuka telpon selular mereka.”

Hasil dari survei itu juga menyebutkan konsumen sangat familiar dengan teknologi pemindai sidik jari; dengan 38% sudah pernah menggunakan dan 55% sudah terbiasa menggunakannya. Sebagai perbandingan, 44% sudah pernah menggunakan teknologi pengenal suara dan hanya 21% sudah terbiasa menggunakannya.

81% responden merasa teknologi biometrik lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan menggunakan password. 43% responden menggunakan password khusus untuk setiap akun mereka.

53% responden menyatakan bahwa manfaat utama teknologi biometrik adalah verifikasi identitas yang lebih aman dibandingkan dengan menggunakan password atau nomor PIN, dilanjutkan dengan 45% responden menyatakan bahwa data pribadi and informasi akun akan tetap aman meskipun telepon selular mereka dicuri.

64% responden khawatir autentikasi biometrik tidak berfungsi dengan baik atau perlu dilakukan pemindaian berulang kali, dan 46% responden khawatir akan risiko terjadinya kebocoran informasi yang bersifat sensitif.

80% responden mempercayai bank mereka untuk menyimpan informasi biometrik yang sensitif; sementara 67% mempercayai jaringan kartu debit/kredit mereka. 9 dari 10 responden akan meninggalkan bank atau jaringan kartu yang tidak memiliki sistem autentikasi biometrik di masa mendatang

"Survey ini menunjukkan tingginya kesadaran konsumen di Indonesia terhadap teknologi biometrik dan mereka menilai teknologi biometrik lebih cepat, mudah dan aman dibandingkan dengan penggunaan password atau nomor PIN. Konsumen juga memiliki kecenderungan besar mempercayai bank mereka dalam menyimpan informasi biometrik yang diperlukan untuk autentikasi," ujar Riko Abdurrahman selaku Presiden Direktur PT. Visa Worldwide Indonesia.

"Visa aktif berkolaborasi dengan perusahaan teknologi untuk mengkaji manfaat keamanan yang dapat ditawarkan sistem biometrik untuk transaksi pembayaran elektronik. Untuk saat ini, Visa telah memperkenalkan teknologi nirsentuh dan teknologi kode QR sebagai alternatif cara pembayaran yang lebih cepat, mudah, dan aman dibandingkan dengan penggunaan uang tunai,” tutupnya.

 

Tag : visa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top