Kenaikan Rating Kredit oleh Moody's Jadi Bukti Posisi Utang Aman

Pemerintah makin yakin posisi utang dalam keadaan aman seiring dengan dinaikkannya peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 oleh lembaga pemeringkat kredit Moody's.
M. Richard | 13 April 2018 13:55 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah makin yakin posisi utang dalam keadaan aman seiring dengan dinaikkannya peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 oleh lembaga pemeringkat kredit Moody's.

Moody's Investor Service menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dengan outlook stabil dari sebelumnya Baa3 dengan outlook positif.

"Jadi, jauh dari apa yang orang bilang bangkrut," kata Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Brahmantio Isdijoso, di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Menurutnya, kenaikan rating tersebut bisa menjadi jawaban bagi semua pihak yang meragukan kredibilitas pemerintah dalam mengelola utang negara.

"Kan kenaikan rating artinya makin banyak orang yang mau meminjamkan ke Indonesia. Kita tidak pernah nunggak, kita tidak pernah menyalahi kontrak utang, jadi itu jauh sekali dari kekhawatiran selama ini," imbuh Brahmantio.

Sebagai informasi, peringkat Indonesia ini naik beberapa bulan setelah Fitch Rating menaikkan ratingnya terhadap Indonesia. Peningkatan rating ini menempatkan Indonesia setara dengan Filipina dan India.

Dalam laporannya, Moody's mengatakan kenaikan ini didasari oleh kebijakan yang kredibel dan efektif sehingga membuat kondisi makro ekonomi menjadi stabil. Analis Moody's Anushka Shah menerangkan Moody's meyakini ketahanan dan kapasitas Indonesia untuk merespons guncangan sudah membaik, didukung oleh peningkatan kekuatan penyangga finansial serta kebijakan fiskal dan moneter yang prudent.

"Moody's mengharapkan fokus kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan membangun penyangga finansial yang terlihat semakin jelas dalam beberapa tahun terakhir akan berlanjut. Kebijakan-kebijakan ini dan cadangan finansial yang lebih besar memperkuat kapasitas Indonesia untuk merespons guncangan," paparnya.

Tag : utang pemerintah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top