Menyiapkan Dana Masa Depan Lewat Investasi Saham

Dalam investasi, hal pertama yang paling menarik adalah potensi keuntungan yang tinggi di atas rata-rata. Dalam lima tahun terakhir Indeks Harga Saham Gabungan [IHSG] meningkat 46% dan menjadikan saham di Indonesia menjadi salah satu pasar modal yang atraktif di dunia.
Asteria Desi Kartika Sari | 14 April 2018 14:27 WIB
Ilustrasi menabung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Dalam investasi, hal pertama yang paling menarik adalah potensi keuntungan yang tinggi di atas rata-rata. Dalam lima tahun terakhir Indeks Harga Saham Gabungan [IHSG] meningkat 46% dan menjadikan saham di Indonesia menjadi salah satu pasar modal yang atraktif di dunia.

Perencana keuangan OneShildt Budi Raharjo mengatakan investasi saham cocok untuk investasi jangka panjang dan menjawab tantangan kebutuhan dana di masa depan yang lebih kompleks, sedangkan kemampuan menabung terbatas guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. "Selain itu, keuntungan pajak dan biaya rendah juga menjadi kelebihan instrumen ini," kata Budi kepada Bisnis.

Kendati begitu, menurutnya investasi saham belum begitu diminati oleh kebanyakan orang. Saat ini, masyarakat lebih memilih instrumen yang umum dan yang mudah dipahami, seperti properti, deposito, atau investasi emas.

"Membutuhkan edukasi lebih banyak agar masyarakat Indonesia menjadikan instrumen saham sebagai instrumen yang paling diminati," jelasnya.

Namun, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah profil risiko investor. Investasi saham lebih sesuai untuk kategori investor agresif yang berani mengambil risiko besar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Adapun untuk menjaga keuntungan tersebut, seorang investor harus mempelajari analisa saham baik secara fundamental ataupun teknikal. "[Keuntungan] sangat bervariatif, ada saham yang dapat menghasilkan keuntungan puluhan hingga ratusan persen dalam jangka satu tahun, namun ada juga yang merugi. Jadi investor harus selektif dalam memilih saham yang tepat," katanya.

Sementara bagi untuk seorang trader, lanjutnya, demi menjaga keuntungan mereka membatasi kerugian dengan menentukan nilai cut loss (pembatasan kerugian), serta menentukan nilai atau harga yang tepat untuk keluar setelah target harga tercapai.

"Sebaiknya tidak terlalu banyak membeli saham dari berbagai perusahaan untuk kemudahan monitor, dua atau tiga saham sudah cukup untuk memudahkan monitor dalam melakukan trading saham," jelasnya.

Salah satu hal yang mempengaruhi peluang keberhasilan trading saham adalah menghindari pembuatan keputusan untuk membeli atau menjual secara emosional. "Trader pemula saham biasanya minim pengetahuan dan pengalaman. Atau bermodal hanya ikut-ikutan agar dapat memperoleh keuntungan lebih tingg. Jadi pada akhirnya trader pemula terjebak membuat keputusan berdasarkan emosi," jelasnya.

Analisa teknikal saham digunakan agar seorang trader dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli dan saat yang tepat untuk menjualnya sehingga terhindar keputusan beli dan jual secara emosional. Dengan melakukan analisa secara teknikal, seorang trader saham memperhatikan kecenderungan pergerakan harga dari waktu ke waktu dan menggunakan data tersebut untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa yang akan datang.

Budi mengatakan, cara paling sederhana adalah dengan memperhatikan garis tren dari suatu saham apakah membentuk pola uptrend (naik), turun (downtrend) atau dalam kecenderungan tidak berubah (sideways).

Tag : investasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top