Kinerja Penerimaan Pajak Tahun Ini Diperkirakan Membaik

Bisnis.com, JAKARTA - Prospek penerimaan pajak pada tahun ini diperkirakan mengalami perbaikan dengan raihan penerimaan pada kuartal I/2018 - jika dikurangi dengan realisasi pengampunan pajak nonmigas tahun lalu - mengalami pertumbuhan sebesar 23,1%.
Edi Suwiknyo | 16 April 2018 18:11 WIB
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan (dari kiri), Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi memberikan penjelasan pada jumpa pers di Jakarta, Senin (2/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Prospek penerimaan pajak pada tahun ini diperkirakan mengalami perbaikan dengan raihan penerimaan pada kuartal I/2018 - jika dikurangi dengan realisasi pengampunan pajak nonmigas tahun lalu - mengalami pertumbuhan sebesar 23,1%.

Meski berpotensi tumbuh, pemerintah mengakui bahwa kemungkinan prospek pertumbuhan penerimaan pajak kemungkinan hanya akan berada pada kisaran 16%, dari target pertumbuhan penerimaan pajak (plus PPh migas) sebesar 23% atau PPh nonmigas yang mencapai 25%.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak nonmigas mencapai Rp233,1 triliun atau tumbuh 23,1% jika tanpa menambah variabel penerimaan dari pengampunan pajak. Namun jika menambahkan variabel tersebut, pertumbuhan penerimaan pajak masih berada pada kisaran 10,7%.

Data tersebut juga menunjukkan penerimaan pajak nonmigas ditopang oleh pertumbuhan sejumlah jenis pajak. PPh 21 misalnya, realisasinya mencapai Rp30,39 triliun atau tumbuh 15,73% dibandingkan dengan realisasi penerimaan tahun lalu, PPh OP juga demikian realisasinya hingga Maret 2018 mencapai Rp5,35 triliun atau tumbuh 17,6%. Sementara itu, PPh badan realisasinya mencapai Rp34,85 triliun atau tumbuh 28,4%.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Robert Pakpahan mengatakan bahwa prospek penerimaan pajak sebenarnya cukup atraktif untuk tahun ini, pemerintah pun optimistis penerimaan pajak bisa tumbuh pada kisaran 16%.

Optimisme pemerintah ini, menurut Robert, selain dilihat dari pertumbuhan per jenis pajaknya, penerimaan pajak per sektornya juga menunjukkan adanya perbaikan dari sisi pertumbuhannya. Pertambangan misalnya, dengan realisasi sebesar Rp11,78 triliun, penerimaan pajak dari sektor pertambangan tumbuh 70,88%.

Namun demikian, kontribusi sektor pertambangan ke penerimaan pajak hingga akhir Maret 2018 masih sebesar 5,2% atau lebih rendah dibandingkan dengan kontribusi industri pengolahan yang mencapai 28,1%. Pajak dari sektor manufaktur ini hingga akhir Maret 2018 tercatat sebesar Rp63,9 triliun atau tumbuh 16,72% dari tahun lalu.

"Biasanya sektor pertambangan di ekonomi 7%, tetapi ini 5,2%, artinya ada yang tidak bayar pajak atau tidak kena pajak," kata Robert di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Adapun Robert berharap tren kenaikan harga komoditas dan pertumbuhan di sektor lainnya akan terus terjadi hingga akhir tahun nanti, sehingga peforma penerimaan pajak hingga akhir tahun ini bakal lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

 Tren penerimaan pajak pada kuartal pertama ini juga mengindikasikan dari perbaikan sektor ekonomi, hal itu ditunjukkan dengan realisasi penerimaan PPN dalam negeri sebesar Rp55,3 triliun atau tumbuh 13,06% dan PPN impor sebanyak Rp40,7 triliun atau tumbuh 21,5%.

Tag : penerimaan pajak
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top