Home Credit Fokuskan Ekspansi ke Wilayah Timur

Manajemen PT Home Credit Indonesia memfokuskan ekspansi pengembangan usaha ke wilayah timur Indonesia tahun ini.
Heri Faisal | 16 April 2018 20:33 WIB
Ilustrasi - homecredit.co.id

Bisnis.com, PADANG—Manajemen PT Home Credit Indonesia memfokuskan ekspansi pengembangan usaha ke wilayah timur Indonesia tahun ini.

Jaroslav Gaisler, CEO Home Credit Indonesia mengatakan pasar kawasan timur belum tergarap optimal, padahal potensinya juga tidak kalah dengan wilayah Jawa dan kawasan barat Indonesia, sehingga menjadi bidikan perseroan.

“Tahun ini kami fokus ekspansi ke wilayah timur Indonesia. Kami akan buka di Kupang, Ambong, Sorong dan kota-kota lainnya,” kata Jaroslav di Padang, Senin (16/4/2018).

Dia mengatakan saat pertama kali masuk Indonesia pada 2013 lalu, perseroan memfokuskan pembiayaan di wilayah Jabodetabek, kemudian menyasar sebagian besar Pulau Jawa, Sumatra, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

Menurutnya, pasar di bagian timur Indonesia juga layak untuk dikembangkan, sehingga perseroan menargetkan tahun ini kota – kota besar seperti Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ambon, Maluku sudah terlayani fasilitas pembiayaan dari Home Credit.

Adapun, untuk tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan untuk konsumen Indonesia mencapai Rp10 triliun tahun ini atau tumbuh sekitar 100% dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp5,1 triliun.

“Potensinya sangat besar, kami targetkan bisa tembus Rp10 triliun di akhir tahun,” katanya.

Dia mengatakan per Maret 2018, penyaluran pembiayaan sudah menyentuh Rp715 miliar yang sebagian besar adalah pembiayaan untuk belanja konsumen jenis smartphone, barang elektronik, dan furniture.

Bahkan, imbuh Jarda, panggilan akrab Jaroslav, meski pertumbuhan pembiayaan perseroan sangat signifikan di kisaran 200% dalam beberapa tahun terakhir, namun rasio kredit bermasalah juga rendah, atau hanya 0,45% di periode Maret.

Angka bisa dibilang sangat stabil mengingat rasio kredit macet perbankan terutama untuk kredit konsumsi umumnya berada di kisaran 2% sampai 3%.

Jarda menuturkan perseroan sudah beroperasi di 102 kota di Indonesia dengan tingkat coverage masyarakat perkotaan mencapai 90%.

Tag : home credit indonesia
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top