Inflasi Perdesaan Rendah Bantu Topang Upah Buruh Tani

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah riil buruh tani Nasional Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,31% menjadi Rp37.602 dari Rp37.486 pada Februari 2018.
Hadijah Alaydrus | 16 April 2018 16:33 WIB
Petani menjemur gabah di tempat pengeringan gabah, di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2018). - ANTARA/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah riil buruh tani Nasional Maret 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,31% menjadi Rp37.602 dari Rp37.486 pada Februari 2018.

Adapun, upah nominalnya meningkat 0,43% menjadi Rp51.598 dari Rp51.378 pada Februari 2018.

Upah riil menggambarkan perubahan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh atau pekerja.

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menuturkan inflasi perdesaan sebesar 0,12% pada Maret 2018 turut membantu peningkatan upah nominal sehingga mendorong upah riil menguat.

"Inflasinya lebih rendah dibandingkan kenaikan upah nominal, sehingga upah riil buruh tani mengalami kenaikan," kata Kecuk, Senin (16/4/2018).

Ke depannya, Kecuk berharap kenaikan upah buruh dapat melebihi kenaikan inflasi sehingga daya beli masyarakat semakin bagus.

Tidak hanya upah buruh tani, upah riil buruh bangunan per Maret mengalami kenaikan sebesar 0,09% menjadi Rp20.160 dibandingkan Rp20.060 per Februari 2018.

Sementara itu, upah nominal buruh bangunan pada Maret 2018 juga meningkat sebesar 0,29% menjadi Rp85.880 dari Rp85.632 pada bulan Februari 2018.

Tag : bps, Inflasi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top