Proyek PSN Kelar Tepat Waktu, Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7,2%

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% diestimasi dapat tercapai dalam 5 tahun ke depan, dengan catatan seluruh proyek infrastruktur yang saat ini tengah dikerjakan pemerintah selesai tepat waktu.
Irene Agustine | 18 April 2018 13:17 WIB
Pengendara melintas di jalan tol ruas Kertosono-Ngawi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (26/3/2018). Jalan tol ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. - ANTARA/Siswowidodo

Bisnis.com, JAKARTA -- Target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% diestimasi dapat tercapai dalam 5 tahun ke depan, dengan catatan seluruh proyek infrastruktur yang saat ini tengah dikerjakan pemerintah selesai tepat waktu.

Seperti diketahui, total nilai investasi pembangunan pembangkit listrik, jalan tol, pelabuhan dan proyek infrastruktur lainnya dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) mencapai US$342 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak US$100 miliar tengah dalam pembangunan fisik dan beberapa sudah selesai dibangun pada Desember 2017.

Berdasarkan hasil studi perusahaan konsultan strategis bidang infrastruktur Tusk Advisory, penyelesaian proyek senilai US$100 miliar tersebut pada 2019 dan 2020 diperkirakan dapat mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi hingga 7,2% pada 2023.

Direktur Tusk Advisory Raj Kannan mengatakan bahwa terselesaikannya proyek infrastruktur prioritas tersebut akan mendorong program industri 4.0 yang baru diluncurkan Presiden Joko Widodo.

"Selain meningkatkan pertumbuhan PDB, juga menurunkan tingkat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Dalam studi tersebut, tingkat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi dapat berkurang menjadi 8%, dari posisi saat ini yang sebesar 10,9%, pada 2030. Perhitungan tersebut juga dengan catatan proyek PSN dapat terealisasi lagi minimal setengahnya menjadi US$212,91 miliar pada 2030.

Bila penyelesaian proyek terealisasi, pertumbuhan ekonomi diprediksi bakal mencapai 9,3% pada 2030.

Kendati demikian, studi Tusk menilai pemerintah harus mempertimbangkan strategi pendanaan alternatif bagi BUMN dan memaksimalkan peran swasta untuk mengatasi keterbatasan dana yang dihadapi untuk membangun proyek yang tersisa. Bentuk pembiayaan inovatif selain yang saat ini sudah dilakukan, seperti penerbitan instrumen sekuritisasi sampai Komodo bonds didorong untuk terus dikembangkan.

Saat ini, pemerintah tengah memfinalisasi payung hukum skema hak pengelolaan terbatas (limited concession scheme) yang dinilai dapat menjadi salah satu suntikan modal untuk terus melanjutkan pembangunan PSN sampai selesai, sesuai waktu yang ditargetkan.

Tag : infrastruktur
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top