IMF-World Bank Meeting: Kesiapan Indonesia Sudah 67%

Dalam pengarahan singkat terkait progres persiapan Annual Meeting IMF-World Bank Oktober 2018 yang akan diselenggarakan di Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan persiapan sudah mencapai 67%.
Hadijah Alaydrus | 19 April 2018 07:24 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan perkembangan persiapan sidang tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di sela seminar internasional tentang sumber daya manusia penggerak perekonomian di Kuta, Bali, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam pengarahan singkat terkait progres persiapan Annual Meeting IMF-World Bank Oktober 2018 yang akan diselenggarakan di Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan persiapan sudah mencapai 67%.

Pertemuan yang dipimpin oleh Managing Director IMF Christine Lagarde itu membahas kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah IMF-World Bank Annual Meeting.

Luhut menyampaikan beberapa tugas utama telah hampir selesai, termasuk persiapan pada infrastruktur dan fasilitas Teknologi Informasi (TI), prosedur visa, proses pengiriman, dan rencana medis. Sementara itu, beberapa tugas utama masih pada tahap awal karena proses pengadaan yang akan dijadwalkan lebih dekat ke tahap implementasi, contohnya Sumber Daya Manusia (SDM), audio visual, dan proses pendaftaran.

Pertemuan tahunan ini nantinya akan terkonsentrasi di daerah Nusa Dua, yang terletak di bagian paling selatan Pulau Bali dan berjarak sekitar 30 menit berkendara dari bandara internasional Ngurah Rai.

"Bagi sebagian dari Anda yang mungkin penasaran, tempat ini berjarak sekitar 100 kilometer dari Gunung Agung, yang terletak di bagian Timur Laut Bali Pulau," ujar Luhut dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Kamis (19/4/2018).

Dalam pertemuan ini, Luhut didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan untuk mendukung kegiatan ini, pemerintah telah mendapatkan kontrak dengan 21 hotel, membuka lebih dari 4.000 kamar untuk delegasi resmi, 89 tempat untuk ruang pertemuan, hampir 600 ruang kantor, dan 55 pusat bisnis.

Untuk masalah transportasi, Indonesia akan menyediakan sedan untuk IMF-World Bank dari 189 negara anggota. Selain itu, akan ada pengaturan khusus dari kantor Presiden untuk Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara yang kebetulan menghadiri pertemuan tersebut.

Untuk delegasi lainnya, Indonesia akan menyediakan sekitar 250 bus yang akan digunakan sebagai angkutan antar tempat dan tempat penting.

"Untuk keamanan, semua kendaraan yang memasuki daerah Nusa Dua akan diminta stiker khusus," papar Sri.

Hal ini untuk membantu menghindari kemacetan lalu lintas.

Selanjutnya, hal yang paling sensitif adalah rencana Pengamanan dan Evakuasi. Tim Keamanan Indonesia, yang dipimpin oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian, akan menjaga area keamanan untuk poin-poin penting seperti venue utama, bandara, dan tempat resepsi di Garuda Wisnu Kencana.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan prosedur keselamatan untuk acara dilaksanakan dengan standar tertinggi, sedangkan pada saat yang sama meminimalkan gangguan dan memastikan tingkat kenyamanan para peserta," ungkap Luhut.

Untuk situasi darurat, pemerintah telah merencanakan evakuasi yang telah didiskusikan menyeluruh dengan IMF-Wold Bank. Tim juga telah melakukan proses persiapan nasional untuk membuat rencana evakuasi komprehensif yang mencakup beberapa skenario peristiwa seperti letusan, gempa bumi, dan tsunami.

Secara historis, Pulau Bali tidak pernah mengalami tsunami. Namun, semua hotel di daerah Nusa Dua telah disertifikasi untuk prosedur antisipasi tsunami.

"Juga sudah membuat skenario ekstrim di mana semua peserta harus dievakuasi dari Pulau Bali, tim telah menyiapkan protokol untuk melaksanakan evakuasi tersebut, dan sumber daya yang cukup berdedikasi untuk itu," terangnya.

Isu lainnya yaitu layanan medis di mana persiapan berbagai fasilitas medis, termasuk klinik di tempat, klinik satelit, dan rumah sakit rujukan, termasuk semua peralatan dan personel yang diperlukan. Menurut Luhut, semuanya telah dipersiapkan dengan maksimal.

Selanjutnya, untuk TI dan audio visual (IT/AV), infrastruktur akan siap untuk diuji pada Juli 2018 dan siap digunakan pada Agustus 2018.

Terkait dengan izin kedatangan, Pemerintah Indonesia akan menyediakan fasilitas bebas visa untuk 169 negara, visa kedatangan untuk 68 negara, dan visa bersyarat pada saat kedatangan. Pada dasarnya, semua anggota IMF-World Bank akan difasilitasi dengan perhatian khusus dari kantor imigrasi untuk tujuan acara ini.

"Kami juga akan membentuk tim tugas khusus untuk mengantisipasi peningkatan aplikasi yang signifikan," kata Luhut.

Untuk bea cukai, Pemerintah Indonesia akan mengeluarkan tanda bagasi unik yang diharapkan dapat digunakan oleh delegasi sehingga dapat membantu mempercepat proses penanganan bagasi selama kedatangan dan keberangkatan peserta dari Bali.

Untuk akomodasi tempat tinggal delegasi selama berada di Bali, tim akan menyediakan petugas penghubung khusus untuk setiap Gubernur IMF-World Bank. Sebagai bagian dari akomodasi perhotelan, Pemerintah Indonesia akan menyediakan beberapa souvenir untuk delegasi resmi.

Bagi delegasi yang berencana untuk membawa keluarga mereka ke Bali, pemerintah memberikan program pasangan atau keluarga dan program jurnalis.

Direncanakan ada tiga paket kunjungan dan kegiatan budaya sehari penuh yang terletak di bagian Utara, Barat, dan Timur Bali. Program-program ini memiliki kapasitas untuk maksimum 600 pasangan dan 100 jurnalis berdasarkan siapa yang datang pertama mendapatkan kesempatan yang pertama.

Sementara itu, konten pertemuan secara umum akan terbagi tiga kegiatan utama yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia terkait dengan perannya sebagai Negara Tuan Rumah Pertemuan Tahunan.

Pertama, pertemuan Pemimpin Asean, untuk mengadakan pertemuan informal antara 10 Pemimpin Asean, Direktur Pelaksana IMF, dan Presiden Bank Dunia. Tujuan acara ini adalah untuk menunjukkan komitmen para pemimpin Asean untuk mendukung IMF dan peran Bank Dunia dalam mengatasi tantangan pembangunan.

Kedua, acara ramah tamah akan memberikan kesempatan bagi para peserta Pertemuan Tahunan untuk mengalami beberapa warisan budaya Indonesia dalam bentuk Festival Makanan Indonesia, Pertunjukan Budaya, dan Paviliun Indonesia di mana para peserta dapat melihat beberapa pameran seni dan kerajinan, pameran pariwisata, serta beberapa informasi tentang perkembangan pembangunan Indonesia saat ini terutama yang berhubungan dengan infrastruktur.

Ketiga, hajatan tuan rumah di mana mengundang semua Gubernur dan semua delegasi resmi untuk bergabung dengan resepsi yang akan diselenggarakan oleh Presiden Indonesia pada Jumat (12/10) malam.

Luhut juga menyinggung tentang situasi terbaru Gunung Agung. Dia menyatakan Pemerintah Indonesia memahami bahwa status gunung berapi telah menjadi pusat perhatian dari media internasional pada tahun lalu.

Untuk itu, pihaknya terus memantau aktivitas gunung berapi dan menerima masukan dari otoritas terkait.

"Hari ini, kami dapat melaporkan kepada Anda bahwa aktivitas gunung berapi telah berkurang secara substansial dan status siaga juga telah berkurang secara signifikan ke area radius 4 kilometer (km) dari kawah gunung berapi, yang hanya sekitar kurang dari 1% dari keseluruhan wilayah pulau Bali," sebut Luhut.

Pemerintah Indonesia menegaskan siap mensukseskan Pertemuan Tahunan 2018 dan sangat menghargai kerja sama dari Sekretariat Tim Rapat IMF-World Bank. Luhut berharap Pertemuan Tahunan 2018 akan berkontribusi pada tujuan bersama yaitu untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan mempromosikan kemakmuran bersama.

Tag : annual meeting IMF-World Bank
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top