Iran Ganti Dollar AS dengan Euro untuk Acuan Laporan Keuangan

Pemerintah Iran mengumumkan rencana untuk mengganti penggunaan dollar AS dengan euro dalam standar pelaporan keuangan resmi negara itu, menurut media pemerintah.
John Andhi Oktaveri | 19 April 2018 09:43 WIB
peta Iran

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Iran mengumumkan rencana untuk mengganti penggunaan dollar AS dengan euro dalam standar pelaporan keuangan resmi negara itu, menurut media pemerintah.

Kebijakan itu dipandang sebagai upaya untuk mengurangi akses masuk nilai tukar AS di tengah ketegangan hubungan negara itu dengan Washington. Selain itu, keputusan itu juga bertujuan untuk mencegah instabilitas pasar yang disebabkan oleh fluktuasi nilai rial Iran terhadap dollar AS.

Dalam sidang kabinet, pemerintah memutuskan seluruh kementrian, lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara diwajibkan memberikan laporan keuangan berdasarkan nilai tukar rial terhadap euro. Central Bank of Iran (CBI) juga akan ditugaskan untuk memberi laporan secara berkala, menurut kantor berta IRNA sebagaimana dikutip Aljazeera.com, Kamis (19/4).

Masih  belum jelas kapan keputusan itu akan dilaksanakan, namun para pengusaha mengatakan mereka menunggu kapan keputusan itu dilaksanakan.

"Saya berasumsi jika euro digunakan sebagai nilai tukar resmi, maka hal itu akan mengurangi dampak psikologis dari fluktuasi rial terhadap dollar AS," ujar Newsha Sheikh Soleimani, seorang importir bahan mentah untuk ndustri keramik dan genteng. 

Baca juga: Barat Ingin Jatuhkan Sanksi ke Iran. Rusia Siapkan Payung Perlindungan

Dia mengakui bahwa sebagian besar dari transaksi yang dilakukan perusahaannya menggunakan euro. Akan tetapi, sebagian dari tanda terima yang dikeluarkannya berdasakan nilai tukar rial terhadap dollar. 

Dia menambahkan bahwa perusahaannya menahan semua transkasi di tengah ketidakpastian atas nilai tukar mata uang asing. 

"Saya menyambut baik setiap kebijakan untuk menstabilkan kembali pasar nilai tukar asing, ujarnya. 

Tag : iran
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top