Menteri PPN Bambang Brodjonegoro: Investasi Perpetual Terobosan Danai Infrastruktur

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional mengembangkan skema investasi surat berharga Perpetual sebagai terobosan melakukan pendanaan proyek infrastruktur di Indonesia.
Stefanus Arief Setiaji | 19 April 2018 20:30 WIB
Bambang Brodjonegoro - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional mengembangkan skema investasi surat berharga Perpetual sebagai terobosan melakukan pendanaan proyek infrastruktur di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah tersu berupaya menjawab kebutuhan pendanaan infrastruktur yang massif di bangun di Tanah Air.

Dia menyambut baik Penandatanganan Akta Perjanjian Surat Berharga Perpetual antara PT PP (Persero) Tbk. dengan PT Ciptadana Asset Management, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. untuk Proyek PLTU Meulaboh Aceh di Bappenas pada Selasa (17/4/2018).

“Hal ini tidak akan tercapai tanpa adanya kemauan dari berbagai kementerian dan lembaga untuk melakukan kolaborasi yang inklusif dengan mengedepankan kepentingan rakyat, terutama dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator dari pasar keuangan di Indonesia yang telah memberi landasan hukum dan ijin untuk kepentingan Perpetual ini,” ujarnya melalkui siaran resmi, Kamis (19/4/2018).

Bambang mengapresiasi usaha PT PP  yang kreatif mencari sumber equitasnya tanpa harus berupaya mendapatkan penyertaan modal negara (PMN).

Ke depan, katanya kalau skema investasi melalui Perpetual ini sudah terbukti efektif menjadi alternatif pembiayaan infrastruktur, akan semakin banyak BUMN yang akan mencari Perpetual dan akan lebih banyak pula instrument investasi untuk mengelola dana jangka panjang.

Saat ini, masih banyak pengelola dana investasi dana jangka panjang yang menempatkan dananya di bank. “Masalahnya, kalau hanya mengandalkan dana deposito yang tingkat suku bunganya makin turun, maka return kepada peserta dana pensiun juga akan makin turun,” jelasnya.

Kalau itu terjadi, sebagai pengelola dana pensiun menjadi tidak perform. Karena itu harus ada upaya agar manfaat pengelola dana pensiun meningkat, dan itu harus dari investasi yang returnya bisa lebih tinggi.

Menurut Bambang hal-hal seperti itu yang diharapkan semakin membuat pasar keuangan bisa semakin dewasa sehingga dapat mendorong semakin banyak instrumen keuangan yang bisa membuat senang semua pihak, investor maupun investee.

“Ini yang kita butuhkan, dan ke depan kalau pembiayaan alternatif makin mudah, maka inisiatif pembiayaan proyek infrastruktur oleh swasta atau BUMN juga akan makin banyak, tanpa harus mengganggu APBN serta tanpa harus tergantung kepada penyertaan modal negara,” ujar Bambang. 

Penerbitan skema Surat Berharga Perpetual (SBP) merupakan sejarah baru di Indonesia dalam bidang instrument investasi. SBP menawarkan instrument non kovensional bagi para investor dana jangka panjang di Indonesia seperti asuransi, dana pensiun, dan lain-lain.

Dengan bergulirnya SBP, dana-dana jangka panjang dapat dialirkan langsung ke sektor riil melalui fitur Mezzanine Financing. Skema SBP yang diterbitkan oleh PT PP (Persero) Tbk ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo, tanpa jaminan, dan memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan opsi beli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, bumn, pendanaan, bambang brodjonegoro

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top