DPR Korek BRI Soal Pinjaman China Hingga Skimming

Anggota Komisi XI mengadakan rapat dengar pendapat terkait industri jasa keuangan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Ropesta Sitorus | 19 April 2018 16:03 WIB
Gedung Bank Rakyat Indonesia - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Komisi XI mengadakan rapat dengar pendapat terkait industri jasa keuangan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Rapat kerja DPR–OJK tersebut dimulai pada pukul 14.50 WIB di ruang rapat Komisi XI, Kompleks DPR/MPR Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Pantauan Bisnis.com, rapat dibuka oleh Wakil Ketua Komisi XI Achmad Hafisz Tohir. Dari Bank BRI, hadir 10 dari total 12 orang direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama BRI Suprajarto.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, ada tiga isu utama yang akan dibahas. Pertama terkait perkembangan kinerja perseroan pada 2017 dan rencana kerja strategis perseroan pada 2018.

Kedua, terkait pemanfaatan dana pinjaman dari China Development Bank. Terakhir, terkait dengan masalah kejahatan skimming yang menimpa nasabah BRI baru-baru ini.

Achmad Hafisz Tohir mengatakan Komisi XI ingin dapat info terkait pekembangan kinerja BRI dan rencana kerja 2018, perkembangan  yang terakhir antara bank-bank pemerintah karena BRI cukup berada di atas rata-rata.

"Maka kami ingin juga disampaikan hal-hal strategis yang sedang digarap oleh BRI. Kemudian, masalah skimming mohon pak dirut sampaikan bagaimana penyelesaiannya,” kata Achmad.

Tag : bri
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top