BTN Genjot Kinerja di Semester II/2018

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan laba bersih senilai Rp684 miliar per akhir Maret 2018, tumbuh 15,13% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu Rp594 miliar.
Puput Ady Sukarno | 19 April 2018 22:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan laba bersih senilai Rp684 miliar per akhir Maret 2018, tumbuh 15,13% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu Rp594 miliar.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengakui bahwa capaian kinerja tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan laba yang diharapkan naik di kisaran 25% selama 2018.

"Hal ini karena di kuartal pertama tahun ini memang ada kecenderungan penurunan produktivitas di bisnis utama kami. Tapi ini merupakan tren yang biasa dan akan kembali mencapai puncak pertumbuhannya pada kuartal III dan IV," tuturnya di sela paparan kinerja BTN, Kamis (19/4).

Menurut Maryono, lambatnya pertumbuhan laba tersebut juga disebabkan oleh pertumbuhan kredit pada kuartal pertama tahun ini yang hanya mencapai 19,34% yoy atau naik dari Rp169,68 triliun pada kuartal I/2017 menjadi Rp202,5 triliun. Padahal, target pertumbuhan kredit yang dipatok adalah 22%-24%.

Lambatnya pertumbuhan kredit, lanjutnya, dipengaruhi oleh masih banyaknya kredit yang belum dicairkan karena korporasi sedang fokus mengurus perizinan, melakukan pembebasan lahan, mengurangi pembangunan karena musim hujan, dan lainnya.

Di sisi lain, melambatnya pertumbuhan laba pada kuartal I/2018, menurut Maryono, juga dipengaruhi oleh peningkatan biaya dana yang disebabkan oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) secara signifikan. Sepanjang Januari-Maret 2018, DPK bank pelat merah tersebut tumbuh 23,54% menjadi Rp194,48 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yang pada periode yang sama tumbuh 19,3%.

“Akan tetapi pertumbuhan DPK juga semakin menguatkan optimisme untuk mendorong kredit dan pembiayaan sesuai dengan target pada akhir tahun,” katanya.

Optimistisme bakal melajunya pertumbuhan kredit hingga akhir tahun itu lantaran ditopang penjualan hunian yang terus bertumbuh seiring masih tingginya permintaan. 

Sepanjang kuartal I/2018, kredit perumahan menempati porsi sebesar 91,09% dari total kredit, menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan pembiayaan BTN. Kredit perumahan BTN tercatat naik 20,32% yoy dari Rp153,31 triliun menjadi Rp184,46 triliun. 

Kredit nonperumahan pun naik 10,17% yoy dari Rp16,37 triliun menjadi Rp18,03 triliun pada akhir Maret 2018. Sedangkan pada segmen kredit perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menorehkan kenaikan terbesar atau tumbuh sebesar 32,96% yoy menjadi Rp79,14 triliun per kuartal l I/2018. 

Kemudian, KPR nonsubsidi naik 12,24% yoy menjadi Rp69,8 triliun, kredit konstruksi tumbuh 17,85% yoy menjadi Rp27,03 triliun, dan kredit perumahan lainnya menjadi Rp8,48 triliun pada akhir Maret 2018.

Pada segmen kredit nonperumahan, kredit komersial naik paling tinggi sebesar 15,47% yoy menjadi Rp14,07 triliun per kuartal I/2018. Pada periode yang sama, posisi kredit konsumer tercatat senilai Rp3,96 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top