Manulife Siapkan Reksa Dana Pasar Uang Syariah

PT manulife Asset Management Indonesia menjajaki penerbitan reksa dana baru berkonsep syariah dengan basis pasar uang.
Tegar Arief | 20 April 2018 18:55 WIB
Director & Chief of Legal, Risk, and Compliance Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Justitia Tripurwasani (kiri) berbincang dengan Ketua II Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Friderica Widyasari Dewi, seusai menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan industri pasar modal syariah, di Jakarta, Jumat, (20/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Manulife Asset Management Indonesia menjajaki penerbitan reksa dana baru berkonsep syariah dengan basis pasar uang.

Saat ini, perusahaan tersebut hanya memiliki tiga produk reksa dana syariah, yakni Manulife Syariah Sektoral Amanah, Manulife Syariah Sukuk Indonesia, dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS.

"Memang ada kekosongan pada produk yang risikonya rendah yakni pasar uang. Ini masih kami jajaki terus," kata Justitia Tripurwasani, Director & Chief of Legal, Risk, and Compliance Officer dan Ketua Unit Pengelolaan Investasi Syariah Manulife di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Dia belum bisa memberikan kepastian kapan perseroan akan merilis reksa dana pasar uang berbasis syariah, meskipun dari sisi risiko produk jenis ini sangat minim dan relatif banyak diminati oleh investor.

"Kami memang belum bisa bicara kapan itu akan diterbitkan. Tapi yang jelas kami memang akan mengisi kekosongan kami di produk itu," ujarnya.

Produk syariah andalan perseroan adalah reksa dana offshore Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS. Produk ini menggunakan tolok ukur kinerja FTSE Sharia Asia Pasifik Ex Japan.

Sejauh ini dana kelolaan atau asset under management (AUM) produk ini mencapai US$324,28 juta. Adapun komposisi penempatan dananya minimal 80% dan maksimal 100% pada efek syariah bersifat ekuitas.

Serta maksimal 20% pada efek syariah berpendapatan tetap atau sukuk atau pasar uang syariah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top