Luhut Bantah Alihkan Dana Gedung DPR untuk Pertemuan IMF-WB di Bali

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitn mengatakan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di Nusa Dua, Bali sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu.
JIBI | 20 April 2018 07:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menghadiri Spring Meeting IMF-WB 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. - JIBI/ David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, WASHINGTON – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) di Nusa Dua, Bali sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu.

Proses pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah acara IMF-WB 2018 juga dimulai sejak September 2014, atau sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Pernyataan ini menanggapi berita tentang tuduhan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkait anggaran pertemuan IMF-WB tersebut. Dalam berita yang disodorkan kepada Luhut tersebut, Fahri menyebut pemerintah mengalihkan dana pembangunan gedung baru DPR untuk acara pertemuan IMF-WB di Bali.

“Sebagai penanggung jawab acara itu, saya tegaskan bahwa tuduhan itu tidak mendasar,” kata Luhut di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (194/2018), waktu setempat.

Saat ini, Luhut sedang menghadiri pertemuan musim semi (Spring Meeting) IMF-WB 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan Spring Meeting akan membahas kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah IMF-WB yang digelar pada 12-14 Oktober 2018.

Ada juga paparan World Economic Outlook pada 18 April 2018 yang membahas isu kepedulian global, termasuk prospek ekonomi dunia, pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan efektivitas bantuan. Sejumlah investor turut meramaikan Spring Meeting.

Menurut Luhut, pertemuan Spring Meeting semakin membuat Indonesia dikenal. Dia mengklaim, makin banyak pihak yang mau datang ke Indonesia dan berinvestasi. Luhut menyampaikan akan meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menghitung dampak finansial yang diperoleh dari pertemuan itu.

“Makanya jangan terlalu cepat menuduh tanpa fakta,” ujar Luhut.

Selain itu, Luhut meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit dana yang dikeluarkan untuk acara akbar IMF-WB 2018. Tujuannya menghindari kecurangan atau penyelewengan dana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Luhut Pandjaitan, annual meeting IMF-World Bank

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top