KABAR PASAR 20 APRIL: IMF Nilai Indonesia di Jalur Tepat, Industri 4.0 Rombak Struktur Sektor Otomotif

Berita seputar jalur tepat perekonomian Indonesia serta prospek industri 4.0 terhadap sektor otomotif nasional menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (20/4/2018).
Renat Sofie Andriani | 20 April 2018 08:31 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar jalur tepat perekonomian Indonesia serta prospek industri 4.0 terhadap sektor otomotif nasional menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (20/4/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

IMF: Indonesia di Jalur Tepat. Perekonomian Indonesia dinilai telah berada pada jalur yang tepat, ditopang oleh sejumlah reformasi kebijakan fiskal. Masih ada ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan pendapatan, salah satunya dari pajak. (Bisnis Indonesia)

China & Korsel Siap Tanam US$39,7 Miliar. Sejumlah investor asal China berkomitmen serius untuk membenamkan investasi di sejumlah proyek infrastruktur Kalimantan Utara dengan nilai total US$39,7 miliar atau setara dengan Rp547 triliun. (Bisnis Indonesia)

Implementasi Dinilai Belum Mendesak. Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) berharap otoritas pajak dapat mempertimbangkan rencana pemberlakuan Mandatory Disclosure Rule (MDR) dengan sangat matang. Pasalnya, implementasi MDR dikhawatirkan dapat memberatkan wajib pajak. (Bisnis Indonesia)

Industri 4.0 Rombak Struktur Sektor Otomotif. Industri 4.0 bakal menjadi cikal bakal hadirnya mobil listrik di Tanah Air. Hal ini akan merombak struktur industri otomotif nasional, mulai dari pabrik perakitan, pemasok komponen, hingga ke hilir, meliputi perdagangan dan layanan purnajual mobil. (Investor Daily)

Belenggu & Peluang Industri Otomotif. Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 kembali menjadi pesta pelaku otomotif, salah satu sektor industri yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Tengok saja, produksi kendaraan bermotor roda empat meningkat dari 1,17 juta unit pada tahun 2016 menjadi 1,21 juta unit di tahun 2017. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imf, ekonomi indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top