LAPORAN DARI WASHINGTON : Aroma Kopi Wamena Sedot Perhatian Peserta

Aroma kopi Wamena menyedot antrean panjang di sudut atrium kantor pusat Dana Moneter Internasional, kamis pagi (19/4). Segelas kopi hitam menjadi panasea dari dinginnya musim semi di Washington.
David Eka Issetiabudi | 20 April 2018 09:24 WIB
Peserta Spring Meetings IMF-WB 2018 antre di stan Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat. - JIBI - David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, WASHINGTON - Aroma kopi Wamena menyedot antrean panjang di sudut atrium kantor pusat Dana Moneter Internasional (MF), Kamis (19/4/2018) pagi. Segelas kopi hitam menjadi panasea dari dinginnya musim semi di Washington.   

Sebuah stan yang posisinya tepat berada di depan pintu masuk kantor pusat The Fund, menyedot perhatian. Hiasan khas Indonesia, dengan menonjolkan unsur kesenian lokal, ditambah dengan alunan musik tradisional Bali, menjadi penguat stan Indonesia di tengah helatan Spring Meetings IMF – World Bank 2018.

Dalam pertemuan musim semi kali ini, kehadiran Indonesia terasa sekali menonjol. Setidaknya ada tiga stan yang disiapkan sebagai 'kamus kecil' bagi para delegasi yang ingin mengetahui Indonesia. Tiga stan tersebut disiapkan oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Pariwisata serta Bank Indonesia.

Menjelang Annual Meeting IMF-WB di Bali, Oktober mendatang, tentu delegasi Indonesia tidak melewatkan kesempatan terakhir untuk mengampanyekan kehangatan Indonesia. Terlepas berbagai persiapan yang telah dilakukan di dalam negeri, tetapi sentuhan manis memperkenalkan Indonesia di Spring Meetings kali ini rasanya penting.

Di stan Bank Indonesia, setidaknya ada enam jenis kopi yang disiapkan. Setiap harinya, ada varian kopi berbeda yang disajikan. Para pengunjung mendapatkan segelas kopi dengan cuma-cuma, ditambah mereka juga dapat melihat serta membeli batik dan kerajinan khas Indonesia.

Daniel Calles, barista dari Vigilante Coffee, mengatakan bahwa dalam stan kopi yang disiapkan sudah menyedot banyak perhatian.

“Kami sibuk hari ini. Sepertinya tidak kurang dari 300 gelas, tapi tidak tahu pasti,” tuturnya.

Dia menuturkan sebelum menikmati kopi, para pengunjung bertanya kopi seperti apa yang disajikan. Barulah sang barista menanyakan, jenis minuman apa yang diinginkan.

“Tidak semua familiar dengan rasanya, makanya kami jelaskan. Melihat respons yang ada, sepertinya mereka suka” katanya.

Dalam pengamatan Bisnis, terlihat 3 stan Indonesia menarik perhatian dan serius mempersiapkan ornamen di setiap stannya. Di stan Kementerian Pariwisata, misalnya, disiapkan duta pariwisata untuk menjelaskan potensi pariwisata nasional. Lain halnya di stan Kementerian Keuangan yang menyajikan wedang jahe dan air kelapa bagi para pengunjung.

Ting Yan, pegawai IMF, mengaku selain menikmati kopi Indonesia, dia juga membeli scarf dari tenun dan dompet kerajinan tangan dari Sumatra.

“Ya, sepertinya menarik untuk lekas menuju Oktober. Banyak hal menarik di sana,” tambahnya.  

Dalam helatan macam pertemuan musim semi ini, para delegasi tidak hanya disibukkan dengan pertemuan ataupun rapat-rapat. Kehadiran stan-stan ini, menjadi semacam oase di tengah penatnya hari yang panjang dan padat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, imf

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top