Kredit Naik Pesat, BCA Kurangi Dana Obligasi Pemerintah

PT Bank Central Asia Tbk. mengurangi penempatan dana dalam bentuk obligasi pemerintah (government bonds) sepanjang kuartal I/2018 akibat tingginya permintaan kredit.
Ropesta Sitorus | 24 April 2018 06:15 WIB
Nasabah melakukan transaksi di mesin ATM Bank BCA. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. mengurangi penempatan dana dalam bentuk obligasi pemerintah (government bonds) sepanjang kuartal I/2018 akibat tingginya permintaan kredit.

Jumlah dana yang ditempatkan dalam government bonds per akhir Maret 2018 mencapai Rp49,97 triliun, turun 27,2% dibandingkan dengan posisi pada Maret 2017 sebesar Rp68,59 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan penurunan penempatan tersebut merupakan strategi perseroan untuk memaksimalkan penyaluran fasilitas kredit.

“Penurunan itu bukan semata-mata karena faktor yield, tapi karena ada masalah kebutuhan untuk kredit yang tumbuh di luar ekspektasi” katanya di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Dia menjelaskan, perseroan membutuhkan likuiditas untuk merespons permintaan kredit yang pesar. Total portofolio kredit BCA pada akhir Maret 2018 mencapai Rp470 triliun, tumbuh 15,0% secara year on year dari posisi Rp408,69 triliun.

Padahal, di sisi lain, emiten bersandi BBCA itu juga tidak mau agresif menghimpun dana pihak ketiga khususnya dana mahal deposito. Hal ini lantaran mengingat rasio loan to funding (LFR) yang masih longgar di level 77,9%.

“Kami sengaja menahan bahkan menurunkan deposito daripada nanti malah negative carry dan merugi kalau harus jor-joran kasih bunga. Daripada ngoyo cari dana mahal, government bonds yang kami cairkan,” paparnya.

Secara year to date, jumlah penempatan dana dalam surat berharga negara yang dilakukan BCA pada akhir Maret 2018 juga mengalami penurunan yang signifikan, atau sebesar 29,2% dari posisi Desember 2017 sebesar Rp70,62 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bca

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top