Hong Kong dan Shanghai Tertarik Investasi Infrastruktur di Indonesia

Semakin menariknya investasi di Tanah Air mendorong 40 investor dari Hong Trade Development Council (HKTDC) bekerjasama dengan Shanghai Federation of Industry and Commerce mengunjungi Indonesia untuk melihat peluang investasi di sektor infrastruktur
Hadijah Alaydrus | 25 April 2018 11:19 WIB
Foto aerial proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di kawasan Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (30/5). - Antara/Fahrul Jayadiputra

Bisnis.com, JAKARTA-- Semakin menariknya investasi di Tanah Air mendorong 40 investor dari Hong Trade Development Council (HKTDC) bekerjasama dengan Shanghai Federation of Industry and Commerce mengunjungi Indonesia untuk melihat peluang investasi di sektor infrastruktur.

Dalam kerangka Belt and Road Initiative, investor tersebut berasal dari bidang konstruksi, energi, arsitektur, pengolahan sampah, transportasi, konsultasi dan keuangan.

Chairman HKDTC Vincent HS Lo mengungkapkan banyak investor dari Hong Kong menanyakan apa kesempatan investasi yang bisa dijalankan setelah High Speed Train masuk ke Indonesia.

"Oleh karena itu, kami datang untuk melihat langsung dan menawarkan kerjasama di bidang infrastruktur dalam kerangka Belt and Road Initiative," ujar Vincent dalam sambutannya, Rabu (25/4/2018).

Dia menegaskan Hong Kong dan Shanghai menawarkan kombinasi permodalan, keahlian professional dan kapabilitas produksi dari keduanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki peranan penting sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan salah satu pengagas masyarakat Asean.

"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan rekan kerja sama di Indonesia untuk mengubah kesempatan investasi ke dalam kerja sama bisnis yang menguntungkan," ungkapnya.

Chairman Chinese Chamber of Commerce, Hong Kong (CGCC) sekaligus Chairman Sunwah Group Jonathan Choi mengatakan delegasinya sangat terkesan dengan prospek proyek pembangunan di Indonesia ke depannya.

"Selain kebutuhan modal, kami juga melihat permintaan yang tinggi untuk solusi total bagi pengembangan infrastruktur," kata Choi.

Ketua Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan kesempatan berinvestasi di Tanah Air cukup besar pasalnya pemerintah Indonesia telah melakukan reformasi untuk percepatan investasi serta menawarkan skema tax holiday yang baru diluncurkan.

Sementara itu, Pemimpin CT Group Chairul Tanjung mengatakan Indonesia dipenuhi oleh kelas orang kaya baru yang lebih banyak melakukan konsumsi dibandingkan menabung.

Sebanyak 60% ekonomi Indonesia juga ditopang oleh konsumsi domestik.

"Sehingga ini menciptakan banyak kesempatan besar. Jika Anda ketinggalan [kesempatan ini], orang lain yang akan mengambil," tegas pengusaha yang akrab dipanggil CT.

Tag : investasi asing, proyek infrastruktur
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top