Ini 3 Momentum Penting Yang Mendorong Perbaikan Ekonomi Indonesia

Bank Indonesia meyakini terdapat tiga kondisi yang telah mampu mendorong terealisasinya perbaikan ekonomi pada tahun lalu. Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan terdapat tiga momentum penting yang telah mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.
Nindya Aldila | 26 April 2018 13:25 WIB
ilustrasi - bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG -- Bank Indonesia meyakini terdapat tiga kondisi yang telah mampu mendorong terealisasinya perbaikan ekonomi pada tahun lalu. Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan terdapat tiga momentum penting yang telah mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.

Pertama, membaiknya pertumbuhan ekonomi dunia yang mendorong peningkatan volume perdagangan dan harga komoditas, serta masuknya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia.

"PDB dunia pada 2017 tumbuh 3,7%, lebih tinggi dari 2016 yang sebesar 3,2%, bahkan pencapaian tersebut juga lebih baik dari perkiraan pada awal tahun. Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan China," ujarnya, Rabu (25/4/2018).

Membaiknya pertumbuhan ekonomi dunia turut menjadi pendorong berlanjutnya aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Pada 2017, nilai investasi asing di Indonesia meningkat signifikan yang disertai penurunan volatilitas di pasar keuangan.

Kedua, terus terjaganya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut tercermin pada inflasi yang berada dalam rentang sasaran dan defisit transaksi berjalan yang berhasil dijaga pada level sehat di bawah 3% terhadap PDB.

Nilai tukar rupiah bergerak sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan volatilitas yang semakin rendah. Sementara itu, kinerja perbankan dan pasar keuangan secara umum juga membaik.

Ketiga, membaiknya keyakinan pelaku ekonomi terhadap perekonomian Indonesia melalui berbagai pengakuan positif dari dunia internasional. Hal tersebut telah terlihat dari peringkat daya saing Indonesia yang membaik dan meningkatnya peringkat ease of doing business (EODB) serta meningkatnya investasi korporasi.

Dari eksternal, peringkat kredit Indonesia pada 2017 telah mencapai investment grade dari Standard & Poor’s (S&P), Fitch, dan Moody’s. Hal terebut telah terangkum dalam buku laporan perekonomian Indonesia (LPI) 2017 adalah publikasi rutin tahunan Bank Indonesia (BI) yang memuat kinerja dan perjalanan ekonomi Indonesia.

Dalam paparannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia menyampaikan perekonomian Indonesia pada 2018 diperkirakan semakin baik didukung oleh faktor global dan domestik yang kondusif.

Namun, masih terdapat tantangan yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang, termasuk tantangan baru terkait dengan peningkatan inward-oriented trade policy (proteksionisme perdagangan).

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dan koordinasi antar pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah untuk memperkuat upaya transformasi ekonomi," paparnya.

Sementara kebijakan jangka panjang akan difokuskan pada lima hal, yaitu memperkuat daya saing, membangun kapasitas dan kapabilitas industri, meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, memperkuat struktur dan sumber pembiayaan. Kelima, mengoptimalkan peluang sekaligus memitigasi risiko yang dapat muncul dari perkembangan teknologi digital, termasuk teknologi finansial, sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi.

Tag : bank indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top