Sri Mulyani: Pelemahan Rupiah Perkuat Daya Saing Ekspor Indonesia

Sayangnya, Sri Mulyani masih belum mengidentifikasi lebih lanjut terkait sektor usaha mana saja yang mendapat manfaat lebih banyak pada saat pelemahan nilai tukar rupiah.
M. Richard | 26 April 2018 14:35 WIB
Menteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mengklaim pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan memperkuat daya saing ekspor Indonesia yang harus direspons oleh pelaku usaha.

"Menguatnya dolar berarti terjadi perbaikan dari sisi competitiveness dari sektor ekspor Indonesia," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Secara teoritis, katanya, ini akan menjadi baik terhadap perbaikan neraca transaksi berjalan, di mana ekpor meningkat dikarenakan harganya yang turun, dan impor akan cenderung menurun karena harganya menjadi mahal.

Hal tersebut merupakan output yang bisa diharapkan oleh pemerintah dalam perubahan kondisi ekonomi global ini. "Yang penting kondisi ini harus bisa direspons oleh pelaku usaha indonesia," tegas Sri Mulyani.

Sayangnya, kata Sri Mulyani, pihaknya masih belum mengidentifikasi lebih lanjut terkait sektor usaha mana saja yang mendapat manfaat lebih banyak pada saat pelemahan nilai tukar rupiah.

Sekadar informasi, menurut perhitungan Kementerian Keuangan, setiap pelemahan nilai tukar Rp100 dari asumsi makro (Rp13.400), akan menimbulkan surplus anggaran Rp1,6 triliun–Rp1,7 triliun. Sehingga, dapat dihitung pemerintah saat ini memiliki penerimaan tambahan sekitar Rp8 triliun.

Pada hari ini, Kamis (26/4) pukul 13.39 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.920 per dolar AS. Pergerakan rupiah dolar AS pada hari ini terlihat variatif dengan peluang menguat.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top