Pemerintah Rilis Buku Roadmap Kopi

Bisnis.com, JAKARTA Pemerintah secara resmi merilis buku peta jalan atau Roadmap Kopi sebagai upaya untuk menggerakan kepedulian lebih terhadap kopi.
Ipak Ayu H Nurcaya | 26 April 2018 21:33 WIB
Petani memeriksa tanaman kopi. - Antara/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah secara resmi merilis buku peta jalan atau Roadmap Kopi sebagai upaya untuk menggerakan kepedulian lebih terhadap kopi.

Hal ini akan dilakukan dengan cara mengembangkan bibit kopi dengan baik, melakukan penanaman bibit kopi yang tepat untuk jenis tertentu sesuai dengan keadaan wilayah di Indonesia, dan memperbaiki produktivitas .

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penyusunan buku ini dilakukan guna mengumpulkan informasi yang komprehensif mengenai kondisi kopi secara domestik maupun global.

Di dalamnya, dikupas tentang seluk beluk dunia kopi dari hulu ke hilir hingga strategi yang perlu dilakukan guna mengembangkan potensi kopi Indonesia.

Berbagai informasi lainnya yang dipaparkan dalam buku ini adalah potensi, tantangan, serta strategi kebijakan jangka pendek hingga panjang pemerintah dalam merespons perkembangan komoditas kopi. Kehadiran buku ini juga diharapkan menjadi gambaran atas kondisi sebenarnya dari komoditas kopi di Indonesia guna bersaing pada masa mendatang.

“Dengan luas lahan perkebunan yang mencapai 1,2 juta hektar, Indonesia belum memaksimalkan produktivitas lahannya,” katanya, Kamis (26/4/2018).

Darmin mengemukakan padahal saat ini sudah tidak diragukan lagi jika di Indonesia, kopi menjadi komoditas penting yang disukai seluruh lapisan masyarakat. Angka pertumbuhan konsumsi kopi Indonesia per tahun mengalami peningkatan sebesar 6,3% dalam 5 tahun terakhir.

Tak heran, saat ini memang bermunculan tren gerai-gerai kopi yang tak hanya menyediakan kopi, tetapi juga pengetahuan bagi pengunjungnya.

Peningkatan ini terjadi seiring dengan fenomena Third Wave Coffee secara global yang menempatkan kopi sebagai sesuatu yang spesial dan menarik, dengan besarnya perhatian kepada kopi mulai dari awal ditanam hingga aneka macam teknik penyajiannya.

Kendati demikian, Indonesia dinilai masih belum memiliki strategi yang jelas terhadap arah pengembangan kopi yang benar guna meningkatkan hasil produksinya. Padahal selama ini hasil produksi kopi Indonesia menempati urutan keempat terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Produktivitas kebun kopi di Indonesia, memang masih tertinggal dari negara penghasil kopi yang lebih besar. Bandingkan saja, produktivitas Indonesia hanya 500 kg per hektar, sedangkan Vietnam produktivitasnya mencapai 2,7 ton per hektar. Padahal, Indonesia memiliki luas lahan yang lebih besar, dibandingkan dengan luas lahan di Vietnam yang mencapai 630 ribu hektar.

Untuk itu, Darmin berharap ke depan Indonesia harus mampu meningkatkan hingga empat kali lipat produksi kopinya.

"Roadmap kopi ini diharapkan dapat merebut kembali kejayaan produksi dan perdagangan kita," katanya.

Tag : kopi
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top