Ini Langkah Pemerintah Tingkatkan Produksi Kopi

Bisnis.com, JAKARTA Setelah merilis peta jalan kopi, pemerintah memastikan akan memulai implementasi sejumlah kebijakan yang akan turut mendorong nilai tambah industri kopi dari hulu hingga hilir.
Ipak Ayu H Nurcaya | 26 April 2018 21:36 WIB
Barista menyajikan kopi di sela-sela pembukaan Jakarta Coffee Week (Jacoweek) 2017 di Jakarta, Jumat (8/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah merilis peta jalan kopi, pemerintah memastikan akan memulai implementasi sejumlah kebijakan yang akan turut mendorong nilai tambah industri kopi dari hulu hingga hilir.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Lin Che Wei mengatakan akan ada jangka pendek dan panjang yang akan dilakukan pemerintah. Paling utama dalam 2 tahun ke depan, penataan perkebunan kopi.

“Selanjutnya, kita akan memisahkan kopi arabika dan robusta karena market-nya berbeda. Kopi arabika untuk menjadi produk kopi high value, dan robusta untuk produksi massal,” katanya, Kamis (26/4/2018).

Lin Che mengemukakan dengan adanya dampak dari perubahan iklim, daerah yang tadinya menjadi pusat penanaman kopi jenis robusta di dataran tinggi seperti Lahat dan yang lebih rendah seperti Lampung akan ditanami jenis arabika.

Tak hanya itu, pada Juli 2018 akan mulai membuka sekolah menengah kejuruan khusus kopi di Bandung sejalan dengan arah pengembangan pendidikan vokasi yang digencarkan saat ini. Kurikulum pun akan mencakup pembahasan secara rinci dari pengolahan hulu hingga hilir atas penyusunan dari berbagai pihak terkait.

"Ini penting untuk menciptakan SDM dari generasi muda yang peduli pada kopi, apalagi petani kita saat ini sudah banyak yang akan masuk usia pensiun," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top