Transisi Kepemimpinan di Bank Indonesia Dijamin Mulus

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo yang akan segera purna tugas menegaskan transisi kepemimpinannya ke Gubernur Bank Indonesia terpilih 2018-2023 Perry Warjiyo.
Hadijah Alaydrus | 27 April 2018 17:53 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2018-2023 Perry Warjiyo (kiri) berjabat tangan dengan Gubernur BI Agus Martowardojo, seusai rapat paripurna DPR RI, di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo yang akan segera purna tugas menegaskan transisi kepemimpinannya ke Gubernur Bank Indonesia terpilih 2018-2023 Perry Warjiyo.

"Saya akan ada di Bank Indonesia sampai tanggal 24 Mei 2018 dan 24 Mei 2018, kita sudah punya gubernur terpilih Pak Ferry Wardoyo," kata Agus, Jumat (27/4).

Dengan demikian, dia memastikan tidak akan ada vacuum of power di Bank Indonesia (BI). Dia menambahkan dalam transisi tersebut dewan gubernur akan berjalan efektif.

Bahkan, dia memastikan koordinasi BI dengan pemerintah dan OJK akan berjalan baik saat transisi.

"Bank Indonesia akan selalu hadir di pasar, kami akan senantiasa menjaga kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem peredaran uang. Dan kami akan menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia," tegasnya.

Perry Warjiyo disahkan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 mengantikan Agus D.W. Martowardojo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (3/4/2018).

Perry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo dalam surat kepada DPR No.R-01/Pres/01/2018 pada 15 Januari 2018.

Perry merupakan pejabat karier di Bank Indonesia yang telah mengabdi di bank sentral selama 34 tahun. Dia pernah tiga kali menjadi calon gubernur bank sentral sejak tahun 2013-2018, dan baru yang keempat kalinya ini terpilih.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top