Teror Bom Diyakini Tak Berdampak Signifikan terhadap Nilai Tukar

Teror bom yang melanda Surabaya diyakini tidak akan memberikan tekanan besar terhadap nilai tukar.
Hadijah Alaydrus | 14 Mei 2018 20:00 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin
Bisnis.com, JAKARTA--Teror bom yang melanda Surabaya diyakini tidak akan memberikan tekanan besar terhadap nilai tukar. 
 
Kepala Ekonom CIMB Niaga Adrian Panggabean mengungkapkan sejarah pemboman di Indonesia tidak mempengaruhi nilai tukar secara signifikan.
 
"Ini beberapa kali terjadi, sentimen pasar itu ada karena mungkin kaget," kata Adrian, Senin (14/5).
 
Namun jika ditelusuri dari episode bom Bali dari 16 tahun lalu hingga saat ini, Adrian melihat tidak ada dampak yang serius terhadap pasar ataupun nilai tukar. 
 
Menurutnya, investor saat ini melihat pasar lebih ke arah valuasinya. 
 
Pada penutupan pasar, Senin (14/5), rupiah ditutup melemah 13 poin atau 0,09% menjadi Rp13.973.
 
Kepala Riset PT Mirae Asset  Sekuritas Indonesia Taye Shim mengungkapkan serangan teror ini akan menhambat sentimen investasi yang sudah rapuh di Indonesia.
 
"Dengan sentimen yang rapuh tersebut, perkembangan negatif akan mendorong investor keluar dari negara ini," ungkapnya dikutip Bloomberg, Senin (14/5).
Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, bom
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top