Pegadaian Dorong Inklusi Keuangan Syariah di Kalangan Mahasiswa

PT Pegadaian (Persero) bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menggelar Seminar Nasional Ekonomi Islam bertajuk Pegadaian Syariah: Menuju Transformasi Bisnis melalui Distribution Channel dan Digitalisasi Ekonomi di Kampus Universitas Indonesia, Depok.
Reni Lestari | 15 Mei 2018 16:06 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menggelar Seminar Nasional Ekonomi Islam bertajuk “Pegadaian Syariah: Menuju Transformasi Bisnis melalui Distribution Channel dan Digitalisasi Ekonomi” di Kampus Universitas Indonesia, Depok.
 
Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan, pangsa pasar perbankan syariah dan unit usaha syariah di Indonesia pada 2017 sudah mencapai 5,78%. Namun demikian, market share industri keuangan non bank syariah belum mampu menembus angka 5%, tepatnya berada di angka 4,49%.
 
Oleh karena itu, guna menjembatani gap tersebut, Pegadaian aktif melakukan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai produk dan saluran distribusi kepada generasi milenial yang selama ini masih relatif kecil menjadi nasabah dari Pegadaian. 
 
"Saat ini omzet pinjaman dan rekening syariah di Pegadaian rata-rata baru sekitar 12%, jauh lebih rendah dibandingkan OSL konvensional yang mencapai 88%. Namun tren nasabah Pegadaian didominasi oleh usia produktif dan mahasiswa yaitu mencapai 68%," kata Sunarso di Kampus UI, Depok, Selasa (15/5/2018). 
 
Dalam kesempatan ini, Pegadaian juga sekaligus mengenalkan produk gadai tanpa bunga berbasis syariah yang diberi nama Rahn Hasan. Produk ini salah satunya menyasar kalangan mahasiswa. 
 
Sunarso juga menambahkan, belum lama ini perusahaan meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS) yang merupakan jawaban dari kebutuhan milenial yang sudah sangat akrab dengan layanan keuangan berbasiskan digital. 
 
“Ini merupakan salah satu strategi Pegadaian untuk bisa melebarkan pangsa pasarnya terutama kepada generasi muda yang menginginkan layanan keuangan serba cepat,” lanjutnya. 
 
Bisnis syariah Pegadaian dijalankan dengan dua prinsip syariah, yakni murabahah yakni akad untuk transaksi jual beli dan rahn yaitu akad yang digunakan dalam proses gadai barang. 
 
“Rahn Hasan adalah produk Pegadaian yang bisa menjangkau mahasiswa dan masyarakat menengah kebawah yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan, jadi kami harapkan layanan ini bisa membantu mereka dan juga meningkatkan rasio inklusi keuangan di Indonesia”, jelasnya. 
 
Hadir pula dalam seminar tersebut, Mustafa Edwin Nasution, Ketua Dewan Pembina DPW IAEI DKI Jakarta, Adiwarman Karim, Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, dan Irfan Syauqi Beik, Ketua I DPP IAEI.
Tag : pegadaian
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top