Ekspor RI Ke China Terdampak Perang Dagang

Ekspor nonmigas Indonesia ke China mengalami kontraksi sebesar US$537 juta dari US$2,4 miliar menjadi US$1,8 miliar pada April 2018 akibat imbas ketidakpastiaan perang dagang.
Hadijah Alaydrus | 15 Mei 2018 14:37 WIB
Petugas dibantu alat berat memindahan kontainer dari kapal ke atas truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (17/5). JIBI/Bisnis - Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA-- Ekspor nonmigas Indonesia ke China mengalami kontraksi sebesar US$537 juta dari US$2,4 miliar menjadi US$1,8 miliar pada April 2018 akibat imbas ketidakpastiaan perang dagang. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto melihat penurunan ini disebabkan karena ada kecenderungan China menahan produksi akibat kondisi perdagangan internasional.

"Sehingga menyebabkan permintaan ekspor dari Indonesia tertahan," ungkap Suhariyanto, Selasa (15/5).

Penurunan ekspor komoditas nonmigas ini dialami oleh bahan bakar mineral turun 45,4%, besi baja 50%, lemak dan minyak nabati 27,73%.

Kontraksi ekspor ke China ini, kata Suhariyanto, baru muncul pada bulan April ini. Sebelumnya, ekspor Indonesia ke China tercatat positif masih tumbuh 15,78% dibandingkan Februari 2018. 

"Baru sekarang saja. Kita masih ada permasalahan internal, tetapi klo mau jujur pelemahan ini lebih dipengaruhi eksternal," ungkap Suhariyanto.

Ke depannya, BPS berharap diversifikasi barang ekspor dan pasar serta daya saing dapat terus ditingkatkan.

Tag : Neraca Perdagangan
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top