KABAR PASAR 16 MEI: Defisit Dagang Bikin Cemas, Rasio Utang Terkendali

Berita seputar kinerja neraca perdagangan Indonesia serta perkembangan utang luar negeri (ULN) pada kuartal I/2018 menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (16/5/2018).
Renat Sofie Andriani | 16 Mei 2018 07:49 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar kinerja neraca perdagangan Indonesia serta perkembangan utang luar negeri (ULN) pada kuartal I/2018 menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (16/5/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Defisit Dagang Bikin Cemas. Defisit perdagangan sepanjang 4 bulan pertama tahun ini mulai mencemaskan, setelah mencatat surplus yang cukup besar sepanjang periode yang sama dalam 3 tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Januari-April tahun ini defisit US$1,31 miliar. (Bisnis Indonesia)

Peran Investor Ritel Kian Kuat. PT Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan tengah menyusun aturan agar investor bisa terlibat lebih besar dalam menetapkan harga saham saat penawaran umum perdana. (Bisnis Indonesia)

Rasio Utang Terkendali. Bank Indonesia menegaskan perkembangan utang luar negeri (ULN) pada kuartal I/2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal I/2018 yang tercatat stabil pada kisaran 34%. (Bisnis Indonesia)

Impor Pangan Membebani Ekonomi. Kegagalan program swasembada pangan berdampak pada kinerja neraca dagang. Impor barang konsumsi, terutama bahan pangan terus mendaki. Bahkan April 2018, tingginya impor bahan pangan membuat neraca dagang Indonesia mengalami defisit yang lebar. (Kontan)

Impor Barang Modal Melonjak 41%. Impor barang modal melonjak 41% menjadi US$2,62 miliar April 2018, dari US$1,86 miliar bulan yang sama tahun lalu. Hal ini menandakan perekonomian Indonesia positif, dengan realisasi investasi yang meningkat terutama di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. (Investor Daily)

 

Tag : Neraca Perdagangan, utang luar negeri
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top