KABAR GLOBAL 17 MEI: Jejak China di UE Makin Kuat, Anwar Ibrahim Deklarasikan Fajar Baru

Berita seputar jejak China di Uni Eropa serta bebasnya tokoh reformis Malaysia Anwar Ibrahim mewarnai media nasional pada hari ini, Kamis (17/5/2018).
Renat Sofie Andriani | 17 Mei 2018 08:16 WIB
Petugas menghitung pecahan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing, di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita seputar jejak China di Uni Eropa serta bebasnya tokoh reformis Malaysia Anwar Ibrahim mewarnai media nasional pada hari ini, Kamis (17/5/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Jejak China di Uni Eropa Semakin Kuat. Lebih dari sedekade, para pemimpin asal China baik dari kancah politik hingga pebisnis, telah menjajaki berbagai belahan dunia sambil membawa dompet yang tampaknya tak pernah kosong. (Bisnis Indonesia)

Korut Ancam Batal Berunding. Korea Utara (Korut) mengancam akan meninggalkan pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump bulan depan jika Amerika Serikat membuat ‘permintaan sebelah pihak’. (Bisnis Indonesia)

Jepang Bidik Pasar Luar Negeri. Industri Kecil Menengah (IKM) Jepang, yang turut menjadi pendorong perekonomian, mulai membidik pasar di luar Negeri Sakura. Pasalnya, permintaan dari dalam negerinya mulai berkurang. (Bisnis Indonesia)

Amerika dan China Cari Titik Temu. Amerika Serikat (AS) masih mencari titik temu kesepakatan perdagangan dengan China. Hal tersebut diungkapkan oleh Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Selasa (15/5) ketika berbicara tentang dua kekuatan ekonomi dunia di Washington pekan ini. (Kontan)

Tianqi Akuisisi SQM Senilai US$4,3 Miliar. Perusahaan asal China, Litium Tianqi sepakat membeli 24% saham Sociedad Quimica Y Minera (SQM), salah satu produsen lithium terbesar di dunia. (Kontan)

Anwar Ibrahim Deklarasikan Fajar Baru untuk Malaysia. Tokoh reformis Malaysia Anwar Ibrahim mendeklarasikan fajar baru untuk negaranya setelah bebas dari penjara pada Rabu (16/5). Kebebasannya membuka jalan untuk kembali ke kancah politik nasional, sebagai calon pengganti Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad pada akhirnya nanti. (Investor Daily)

Tag : anwar ibrahim, china
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top