BI: Ruang Penyesuaian Suku Bunga Masih Terbuka

Seiring berakhirnya era suku bunga rendah di tengah kondisi rebalancing ekonomi dunia, Bank Indonesia menegaskan ruang penyesuaian suku bunga masih terbuka jika kondisi ketidakpastian global tersebut mempengaruhi stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan di Tanah Air.
Hadijah Alaydrus | 17 Mei 2018 20:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (kanan) didampingi Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara (kiri) bersiap memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Bisnis.com, JAKARTA--Seiring berakhirnya era suku bunga rendah di tengah kondisi rebalancing ekonomi dunia, Bank Indonesia menegaskan ruang penyesuaian suku bunga masih terbuka jika kondisi ketidakpastian global tersebut mempengaruhi stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan di Tanah Air. 
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan pihaknya melihat ke depannya negara maju akan mengarah kepada normalisasi kebijakan moneternya, sehingga era bunga lebih tinggi akan terealisasi secara bertahap. 
 
Oleh karena itu, Bank Indonesia akan mewaspadai kondisi tersebut. Pasalnya, defisit fiskal AS akan mencapai 4-5% terhadap PDB ke depannya sehingga Negara Paman Sam tersebut memerlukan pembiayaan yang lebih besar lagi dari surat utang dengan imbal hasil yang lebih tinggi. 
 
Dengan demikian, aliran dana dari emerging market termasuk Indonesia akan mengarah ke AS karena negara tersebut menjanjikan return yang baik. Dari kondisi ini, BI melihat adanya risiko depresiasi terhadap rupiah. 
 
"Kalau kondisi mengharuskan untuk kami melakukan penyesuaian policy rate [ke depannya], kami tidak ragu melakukannya," tegas Agus. Menurutnya, hal ini perlu untuk menjaga inflasi sesuai target dan stabilitas keuangan.
Tag : bank indonesia, BI Rate
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top