BNI Pacu Kredit Properti

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menggenjot pertumbuhan segmen bisnis kredit properti lewat strategi kerja sama dengan perusahaan pengembang.
Ropesta Sitorus | 17 Mei 2018 18:57 WIB
Karyawati Bank BNI menghitung uang Rupiah, di Jakarta, Senin (3/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menggenjot pertumbuhan segmen bisnis kredit properti lewat strategi kerja sama dengan perusahaan pengembang.

Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok PS Simanjuntak menuturkan lewat strategi kerja sama tersebut, pihaknya dapat sekaligus menyediakan kredit kredit pemilikan rumah kepada konsumen individu maupun kredit konstruksi kepada perusahaan pengembang.

Hal tersebut misalnya diterapkan lewat kerja sama dengan PT Graha Loka Pangestu dan ILUNI UI dalam pemasaran female apartement yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Perjanjian kerja sama tersebut diteken oleh ketiga belah pihak di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

“Kami awalnya kerja sama untuk KPA [kredit pemilikan apartemen] untuk individu tetapi setelah ini akan kami proses untuk pembiayaan konstruksi pada proyek berikutnya,” katanya.

Dia melanjutkan, sekitar 25% dari kredit properti BNI berupa KPA dan sisanya sekitar 75% berupa KPR untuk pemilikan rumah tapak. Melihat kinerja KPR yang cukup kinclong pada kuartal awal 2018, dia yakin pada kuartal II/2018 permintaannya akan lebih besar.

“Pertumbuhan kemarin bagus, per Maret tumbuh lebih dari 3 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Setiap bulan bookingnya di atas Rp1 triliun, bahkan bulan kemarin sekitar Rp1,4 triliun. Kuartal II kami harap lebih besar lagi lewat strategi kerja sama dengan developer dan instansi,” tuturnya.

Dalam kerja sama ini, BNI memberikan tingkat bunga kredit sebesar 5,75% fix selama 2 tahun untuk pembelian apartemen female house di Depok.

“Bebas biaya administrasi dan biaya provisi, prosesnya juga sangat cepat dan mudah cukup bawa KTP dan NPWP. Untuk tingkat bunganya, karena ada kerja sama tiga pihak ini, jadi ada program bunga khusus,” katanya.

President Director GLP Tri Junaedi menjelaskan, Female Apartement tersebut memiliki beberapa pilihan tipe dengan harga per unit mulai dari Rp600 juta.

Pihaknya akan membangun 2 tower hunian, yang terdiri dari 1 tower khusus untuk perempuan dan 1 tower untuk penghuni campuran, masing-masing sebanyak 580 unit dan 450 unit.

“Saat ini untuk pembangunan sudah 50% dan direncanakan untuk serah terima kunci pada Mei 2019. Terkait harga, kami masih pasarkan dengan harga ritel tetapi mungkin akan ada harga khusus untuk Alumni UI,” tuturnya.

Sejak dimulai pada kuartal IV /2017 lalu, lanjut Tri, jumlah apartemen yang sudah terjual berkisar 80 unit atau sekitar lebih dari 10%. Pembelinya mayoritas dari masyarakat umum dan mahasiswa serta sejumlah alumni UI.

Kerja sama pemasaran dengan BNI dan Ikatan Alumni UI tersebut diharapkan dapat mengerek permintaan secara signifikan. BNI menyatakan akan memasarkan unit apartemen tersebut ke sekitar 400 nasabah perusahaan dan institusi yang potensial.

“Pertemuan ini diharapkan bisa mengakselerasi target [pemasaran] itu. Kami akan pasarkan ke alumni UI di seluruh Indonesia,” kata Arief Budhy Hardono, Ketua Umum Iluni UI.

Tag : bni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top