Transaksi BTN di Pasar Uang Mencapai Rp4,9 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan kenaikan transaksi di pasar uang antarbank (PUAB).
Ropesta Sitorus | 17 Mei 2018 16:17 WIB
Karyawati PT Bank Tabungan Negara Tbk memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan kenaikan transaksi di pasar uang antarbank (PUAB).

Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan volume dan frekuensi transaksi di pasar uang sangat bergantung pada kelebihan likuiditas perseroan. “Nilai transaksinya sekitar Rp4,9 triliun,” kata Iman kepada Bisnis, Rabu (16/5/2018).

Berdasarkan data laporan keuangan BTN per akhir kuartal I/2018, jumlah surat berharga yang tersedia untuk dijual mencapai Rp4,9 triliun. Realisasi tersebut tumbuh tipis sebesar 2,4% dibandingkan dengan jumlah surat berharga yang tersedia untuk dijual pada Desember 2017 sebesar Rp4,8 triliun.

Menurut Iman, tidak ada ketentuan yang mengatur terkait porsi ideal jumlah likuiditas yang dikelola dalam PUAB. Adapun, jumlah volume dan frekuensinya sangat fluktuatif sesuai dengan ekses likuiditas harian.

“Kalau ekses harian masuk ke PUAB dan Bank Indonesia, kalau lebih panjang ke security paper. Ekses hariannya bervariasi, umumnya antara Rp1 triliun – Rp4 triliun. Misalnya kemarin secondary reserve sekitar Rp13 triliun, minimal yang harus dijaga Rp11 triliun yang ditempatkan dalam SBN atau surat berharga BI, jadi ada ekses harian Rp2 triliun,” kata Iman.

Secara industri berdasarkan data Bank Indonesia dalam Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI), transaksi pasar uang antarbank (PUAB) rupiah mengalami peningkatan, baik dari sisi volume maupun frekuensi.

Per Maret 2018, rata-rata harian volume transaksi seluruh tenor tumbuh menjadi Rp21,53 triliun, tumbuh 63,7% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,15 triliun. Dibandingkan dengan 2012, RRH volume transaksi tersebut tumbuh 130,5% dari posisi sebesar Rp9,34 triliun.

Adapun, volume transaksi yang tertinggi yakni di PUAB dengan tenor overnight sebesar Rp14,54 triliun, diikuti dengan tenor 1 minggu sebesar Rp4,11 triliun serta 1 bulan sebesar Rp117 miliar. Dari sisi frekuensi, RRH untuk seluruh tenor mencapai 251 miliar transaksi, yang didominasi oleh PUAB bertenor overnight sebesar 168 miliar transaksi.

RRH suku bunga rata-rata tertimbang untuk PUAB rupiah mengalami penurunan pada semua tenor. Sebagai contoh, tenor overnight, 1 minggu dan 1 bulan masing-masing sebesar 3,99%, 4,33%, dan 4,99% turun dari posisi Maret 2017 sebesar 4,30%, 4,81%, dan 5,85%.

Tag : btn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top