Kemenkeu Masih Buka Banyak Peluang Insentif Pajak

Setelah skema tax allowance dan tax holiday, pemerintah mengklaim tidak akan menutup kemungkinan untuk menelurkan desain-desain skema insentif yang lainnya.
Ipak Ayu H Nurcaya | 18 Mei 2018 06:15 WIB
Ilustrasi pajak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah skema tax allowance dan tax holiday, pemerintah mengklaim tidak akan menutup kemungkinan untuk menelurkan desain-desain skema insentif yang lainnya. 

Belakangan, insentif tax super deduction dan mini tax holiday sudah mencuri perhatian pelaku usaha.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan pada prinsipnya, insentif yang diberikan pemerintah adalah melalui pemberian allowance atau pengurangan pajak terutang yang saat ini tertuang dalam tax holidayArtinya, tidak tertutup kemungkinan nantinya lahir skema-skema turunan yang baru.

"Tax allowance dan tax holiday itu jadi prinsip besarnya, lalu variasinya akan banyak, seperti super tax deduction kan itu juga dari allowance," paparnya, Kamis (17/5/2018).

Suahasil mengemukakan hal itu terus direncanakan karena tax holiday dan tax allowance dirasa belum cukup menjawab keseluruhan insentif guna mendorong iklim investasi saat ini. Mini tax holiday yang akan memungkinkan investasi dengan modal di bawah Rp500 miliar atau mulai dari Rp100 miliar juga masih akan dimatangkan oleh Kemenkeu.

"Kita kan memang mau mendorong investasi supaya ekspor naik, nah ini yang akan kita sediakan apakah dengan tax holiday dan tax allowance, atau bentuk yang lain," ujarnya.

Alternatif tersebut diharapkan menjadi bentuk penanaman modal baru yang baik untuk pertumbuhan ekonomi. Bersamaan dengan itu, pemasukan pajak juga akan menjadi lebih baik sebab datang dari berbagai bentuk investasi baru.

Tag : pajak
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top