Bukopin Bidik Transaksi Kartu Kredit Bisa Tumbuh 15%

Bisnis.com, JAKARTAPT Bank Bukopin Tbk. memproyeksikan pertumbuhan volume kartu kreditnya pada tahun ini bisa menyentuh kisarah 10% sampai dengan 15%.
Dini Hariyanti | 20 Mei 2018 14:01 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah, di kantor Cabang Bank Bukopin di Jakarta, Senin (9/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam


Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Bukopin Tbk. memproyeksikan pertumbuhan volume transaksi kartu kredit pada tahun ini bisa menyentuh kisarah 10% sampai dengan 15%.

Direktur Bank Bukopi Rivan A. Purwanto megnatakan bahwa untuk volume transaksi kartu kredit pata 2018 pihaknya terbilang cukup optimistis bisa naik signifikan hingga 15% secara year on year. Tapi, khusus untuk pertumbuhan jumlah pemegang kartunya diasumsikan sekitar 10% (yoy).

“Kartu kredit kami sejauh ini terbilang bagus. Untuk [card holder] kartu kredit kami agaknya masih bisa tumbuh 10%. Kalau kartu kredit kan yang pertama akuisisi dulu baru usage,” ucapnya, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Saat ini, jumlah pemegang kartu kredit Bank Bukopin berkisar 1,1 juta orang sedangkan realisasi volume transaksi per akhir tahun lalu sekitar Rp4 triliun. Guna meningkatkan kinerja kartu kredit, perseroan menjalankan program yang berda-beda  sesuai segmentasi nasabahnya.

“Hampir ada sebelas program yang berbeda-beda, karena segmentasinya berbeda. Misalnya, pariwisata di dalamnya ada program-program kerja sama dengan maskapai, restoran, hotel, dan sebagainya,” tutur Rivan.

 Perbaikan kualitas kredit menjadi salah satu fokus Bank Bukopin guna memacu perbaikan kinerja bisnisnya pada 2018. Selain itu, perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi serta mengoptimalkan proses digitalisasi perbankan.

Pada 2018 ini, Bank Bukopin menyiapkan sedikitnya tujuh strategi bisnis untuk memacu pertumbuhan kinerja, yaitu meluncurkan layanan Flexy Bill, memacu penyaluran kredit properti sekaligus promo kartu kredit, memperkuat sinergi pembiayaan kendaraan bermotor dengan Bukopin Finance, tabunngan digital Wooke, program kredit personal, serta BNV Labs.

“Flexy Bill adalah salahs atu produk andalan kami. Kami harap layanan ini bisa meningkatkan kualitas dana kami sekaligus memperbaiki kualitas kredit dan memacu pendapatan perseroan dari FBI,” ucap Eko.

Flexy Bill adalah fasilitas pembiayaan tagihan listrik kepada pelanggan PLN yang mana pelanggan dapat memanfaatkan mundurnya waktu pembayaran tagihan listrik sampai dengan enam bulan. Tapi, PLN tetap menerima pembayaran rutin setiap bulan dari Bukopin.

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo sempat mengatakan, melalui strategi tersebut maka manajemen BBKP optimistis kinerja perseroan pada 2018 ini mampu memenuhi target-target di dalam rencana bisnis bank (RBB).

“Dalam jangka pendek, kami akan fokus perbaiki kinerja melalui penyelesaian kredit bermasalah dan ekspansi kredit. Jangka panjangnya, kami siapkan sejumlah program strategis seperti upaya memacu pertumbuhan aset yang berkualitas,” ucapnya.

Eko mengimbuhkan, perseroan juga berupaya memperbaiki struktur dana pihak ketiga, optimalisasi profit berbasis skala ekonomi, seerta menyiapkan bisnis masa depan melalui bisnis start up dan analisis tekfin. Selain itu, Bukopin juga akan lebih gencar menarik nasabah baru dari kelompok milenial.

Tag : kartu kredit, bank bukopin
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top