Pemerintah Optimistis Kendalikan Defisit Anggaran

Pemerintah masih cukup optimistis defisit anggaran bisa berada di bawah angka 2% sampai lima tahun ke depan. Proyeksi pemerintah sampai 2022, defisit diperkirakan berada di kisaran 1,5%-1,6%.
Edi Suwiknyo | 21 Mei 2018 09:41 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai kinerja APBN 2018 di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (17/5). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah masih cukup optimistis defisit anggaran bisa berada di bawah angka 2% sampai lima tahun ke depan. Proyeksi pemerintah sampai 2022, defisit diperkirakan berada di kisaran 1,5%-1,6%.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan dalam lima tahun belakangan ini defisit cenderung melebar. Pada 2013 misalnya, defisit anggaran tercatat sebesar 2,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu semakin melebar pada 2017, dengan defisit sebesar 2,49%.

"Defisit anggaran dalam jangka menengah diharapkan semakin menurun sebesar 1,6%-1,5% terhadap PDB," tulis Kemenkeu seperti yang dikutip dari Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2019, Senin (21/5/2018).

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah menetapkan arah dan strategi fiskal jangka menengah yang mencakup tiga hal. Pertama, tetap menempuh kebijakan ekspansif tapi lebih terarah dan terukur untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.

Kedua, mendorong peningkatan rasio pajak. Upaya menaikkan rasio pajak ini dilakukan melalui perbaikan pelayanan, penggalian potensi penerimaan pajak, penegakan hukum, dan perluasan basis pajak.

Ketiga, mengendalikan rasio utang dalam batas aman yang diupayakan menurun serta mengarahkan utang ke arah produktif. Soal rasio utang, pemerintah berharap lima tahun ke depan angkanya bisa berada di kisaran 27,8%-26,2%.

Tag : apbn
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top