20 TAHUN REFORMASI: Ini Perbandingan Ekonomi Indonesia 2018 vs 1998

Dalam 20 tahun terakhir, perekonomian Indonesia sudah mengalami banyak perubahan. Meski sempat mengalami guncangan pada 2008, tapi ekonomi bisa kembali tumbuh. Bagaimana perbandingan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dengan periode krisis 1998 dan 2008?
Annisa Margrit, Hadijah Alaydrus & M. Richard | 21 Mei 2018 08:52 WIB
Gedung perkantoran terlihat dari ketingian di Jakarta, Senin (13/3/2017). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam 20 tahun terakhir, perekonomian Indonesia sudah mengalami banyak perubahan. Meski sempat mengalami guncangan pada 2008, tapi ekonomi bisa kembali tumbuh.

Namun, diakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan, terutama di masalah struktural. Defisit transaksi berjalan, pembangunan manusia, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta koordinasi pusat dengan daerah dan antar daerah menjadi sorotan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menuturkan sebenarnya Indonesia sudah berhasil menjawab sejumlah problem seperti utang luar negeri dan swasta yang terdata dengan baik, pengelolaan fiskal secara hati-hati dan transparan, serta kebijakan moneter oleh bank sentral yang independen.

Sementara itu, Ekonom Universitas Gajah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menyatakan dalam 20 tahun terakhir banyak indikator ekonomi yang mengalami perbaikan. Infrastruktur, permodalan perbankan, dan birokrasi pemerintah adalah poin-poin yang dinilai positif.

Tetapi, permasalahan yang masih dihadapi sekarang masih sama sejak sebelum krisis ekonomi 1998, yakni surplus ekspor yang lemah dan tingginya intensitas hot money dalam komponen cadangan devisa.

"Sehingga, [hal-hal tersebut membuat] rupiah kita menjadi rentan," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (20/5/2018).

Dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah memang mengalami pelemahan dan sekarang telah menembus level Rp14.000 per dolar AS. Pada awal Januari 2018, rupiah masih berada di kisaran Rp13.542 per dolar AS.

BI pun akhirnya menaikkan BI 7-Days Repo Reverse Rate menjadi 4,5%, setelah mempertahankan suku bunga acuan di 4,25% sejak September 2017.

Utang luar negeri pun sempat menjadi pembicaraan karena dinilai terus meningkat. Meski demikian, cadangan devisa masih berada di atas US$120 miliar.

Bagaimana perbandingan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dengan periode krisis 1998 dan 2008?

Indikator ekonomi

1998

2008

2018

Pertumbuhan ekonomi

-13,10%

4,12%

5,4%*

Inflasi

82,4%

12,14%

3,5%*

Cadangan devisa

US$17,4 miliar

US$80,20 miliar

US$124,86 miliar***

Kurs rupiah

Rp16.650/US$

Rp12.650/US$

Rp14.107/US$****

Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)

100%

27,4%

29,8%***

Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross

30%

3,8%

2,75%**

BI Rate

60%

9,5%

4,5%****

Indeks harga saham gabungan (IHSG)

256

1.111

5.783,31*****

Total utang luar negeri (Pemerintah dan swasta)

US$150,8 miliar

US$155,08 miliar

US$358,7 miliar**

Rasio utang luar negeri terhadap cadangan devisa

8,6 kali

3,1 kali

2,84 kali**

Sumber: Bisnis Indonesia, diolah

Keterangan:

* = target APBN 2018

** = per Maret 2018

*** = per April 2018

**** = per 20 Mei 2018 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia

***** = per penutupan perdagangan 18 Mei 2018

Tag : reformasi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top