KABAR PASAR 23 MEI: Sinyal Revisi APBN Menguat, Celah WP Nakal Ditutup

Berita mengenai sinyal revisi asumsi makri dalam APBN serta pemerintah yang menutup celah wajib pajak nakal menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (23/5/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 23 Mei 2018 07:47 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai sinyal revisi asumsi makro dalam APBN serta pemerintah yang menutup celah wajib pajak nakal menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (23/5/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Sinyal Revisi APBN Menguat. Pemerintah memberikan sinyal mengubah sejumlah asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018, terutama nilai tukar rupiah dan acuan harga minyak. (Bisnis Indonesia)

Celah WP Nakal Ditutup. Pemerintah menutup ruang bagi wajib pajak nakal untuk memecah omzet agar bisa menikmati penurunan tarif PPh final 0,5% bagi wajib pajak dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar atau kategori Usaha Kecil dan Menengah (UKM). (Bisnis Indonesia)Celah WP Nakal 

Sekuritas Masih Optimistis. Kalangan sekuritas masih optimistis IHSG akan kembali naik ke atas level 6.000 meski sebulan terakhir indeks terus melemah dan investor asing gencar melakukan akumulasi jual. (Bisnis Indonesia)

Tren Pelebaran Defisit Berlanjut. Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan sepanjang 2018 akan mencapai nominal US$23 miliar atau 2,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) seiring dengan derasnya arus impor. (Bisnis Indonesia)

Ruang Penaikan 7-DRR Masih Terbuka. Pemerintah meyakini bank sentral masih memiliki ruang untuk kenaikan suku bunga acuan atau 7 Days Repo Rate (7-DRR) yang sebelumnya sudah dinaikkan 25 bps menjadi 4,50%. (Bisnis Indonesia)

Dana Investor Lokal Topang Pasar Obligasi. Posisi investor lokal di pasar surat utang pemerintah dalam negeri semakin kokoh. Saat investor asing terus menarik dana dari pasar obligasi, investor lokal justru memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi beli di harga bawah. (Kontan)

Target Penjualan SBR003 Bisa Meleset. Penjualan surat berharga ritel secara online melalui Saving Bond Ritel seri SBR003 dinilai masih minim peminat. Sampai Senin (21/5), jumlah penawaran baru mencapai Rp 878 miliar (verified order) dan yang telah dibayar (completed order) Rp 652 miliar. Padahal pemerintah menargetkan penjualan mencapai Rp 1 triliun. Diproyeksikan sampai batas akhir penawaran Kamis (25/5) target tersebut tidak tercapai. (Kontan) 

Tag : kabar pasar
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top